kabarbursa.com
kabarbursa.com

Jelang Musda, Idrus Marham Warning Golkar Sulsel: Jangan Semua Mau Jadi Ketua

Jelang Musda, Idrus Marham Warning Golkar Sulsel: Jangan Semua Mau Jadi Ketua
Wakil Ketua Umum DPP partai Golkar, Idrus Marham, (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham, mengirimkan pesan keras kepada kader Golkar Sulsel yang tengah bersiap menyambut berakhirnya masa kepengurusan dan rencana Musyawarah Daerah (Musda).

Ia menegaskan bahwa Golkar tidak boleh terjebak dalam perebutan kursi ketua yang berlebihan, sebab hal itu justru akan melemahkan kekuatan partai.

Sehingga Ia memberikan peringatan keras terkait munculnya banyak nama yang ingin maju sebagai calon ketua.

“Jangan semua mau jadi ketua. Ini rumah besar, tidak bisa semua jadi pemimpin. Harus ada penggerak-penggerak, tapi tetap dalam satu kesatuan,” katanya.

Sejumlah nama seperti Bendahara DPD I Sulsel Andi Ina Kartika Sari, Ketua DPD II Munafri Arifuddin, Politisi Senior Ilham Arief Sirajuddin, dan lainnya sebagai bagian dari dinamika yang wajar, namun menegaskan bahwa perebutan harus tetap dalam batas kewajaran.

Kebersamaan, menurut Idrus, adalah satu-satunya cara agar Golkar dapat memperbaiki posisinya yang saat ini tertinggal dari partai lain.

“Golkar dapat 14 kursi di provinsi, NasDem 17. Beda 3. Untuk kembali nomor satu, kita perlu gerakan bersama, bahkan rekayasa politik dalam konteks yang positif,” ungkapnya.

Idrus menyebut kondisi Golkar saat ini sedang berada dalam posisi yang ‘terdegradasi’ dan membutuhkan konsolidasi besar-besaran.

“Golkar ini sekarang dalam tanda kutip terdegradasi. Ini persoalan yang harus diselesaikan bersama. Golkar adalah rumah besar yang harus dikelola secara kolektif. Di dalamnya ada senior, ada kader baru, ada semua. Tidak bisa dipisah,” ujarnya.

Idrus menekankan bahwa seluruh kader, baik yang senior maupun yang muda, harus ditempatkan sebagai satu kesatuan. Ia menyebut figur seperti Andi Ina dan kader-kader berprestasi lainnya tidak boleh tersingkir dalam dinamika internal.

“Golkar perlu satu power sharing. Jangan merasa paling hebat, jangan merasa paling berhak. Kita membangun rumah besar. Tujuan kita cuma satu, Golkar kembali jadi lumbung beringin,” pungkasnya.

error: Content is protected !!