KabarMakassar.com — Jamaah Ahmadiyah Indonesia Sulawesi Selatan menggelar seminar inklusif dan sharing session bertema “Generasi Emas Tanpa Narkoba”, berlangsung di Peace Center Masjid An-Nusrat, Jalan Anuang, Maricaya Selatan, Mamajang, pada Sabtu (17/1).
Kegiatan ini menghadirkan berbagai organisasi pemuda lintas iman dan bertujuan mendorong kolaborasi antarumat beragama dalam pencegahan narkoba.
Seminar ini juga mengundang Kepala Bagian Umum BNNP Sulsel Bambang Wahyudi dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Maricaya Selatan, Faisal Thahir.
Dalam kesempatan itu, Bambang Wahyudi memberikan apresiasi atas inisiatif yang melibatkan jamaah Ahmadiyah, aparat penegak hukum, dan pemerintah.
“Saya apresiasi kegiatan ini karena jarang-jarang terjadi kegiatan seperti ini. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya sampai di sini saja. Siapa pun yang membutuhkan informasi terkait BNN, silahkan menghubungi kami,” ujar Bambang.
Terkait peran agama dalam rehabilitasi, Bambang menekankan pentingnya sinergi antara intervensi medis, sosial, dan keagamaan.
Ia mencontohkan, bagi mereka yang menjalani rehabilitasi, intervensi keagamaan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan program rehabilitasi.
“Kegiatan seperti ini memberikan informasi kepada masyarakat bahwa peran agama tidak akan hilang begitu saja,” katanya.
Selain itu, Bambang menjelaskan mekanisme rehabilitasi yang difasilitasi BNNP Sulsel.
“Kami melaksanakan rehabilitasi rawat jalan dan rawat inap. Jika rawat jalan, bisa dilakukan di BNNP, sedangkan rawat inap kami minta rekomendasi dan kirim ke balai rehabilitasi. Semua gratis, tidak dibebankan biaya,” jelasnya.
Lurah Maricaya Selatan, Abdul Rauf, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyebut kegiatan ini sangat positif, terutama dalam kondisi darurat narkoba saat ini.
“Kedepannya, kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan lagi,” ujarnya.














