kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

IHSG Dibuka Menguat, Pasar Dibayangi Sentimen Global

IHSG Dibuka Menguat, Pasar Dibayangi Sentimen Global
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (10/04).

Tercatat, indeks mengalami kenaikan sebanyak 38,9 poin atau setara dengan menguat sebesar 0,53 persen ke posisi 7.346 pada pukul 10.01 WITA.

Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus 1,11 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp713 miliar.

Sementara itu, frekuensi yang terjadi tembus hingga 87.887 kali. Dimana, saham yang menguat ada 316, saham yang melemah ada 119 dan saham yang berada dalam posisi stagnan ada 214.

BRI Danareksa Sekuritas mengatakan, jika IHSG masih dibayangi oleh eskalasi konflik geopolitik usai wacana gencatan senjata.

Pasar masih terus mencermati perkembangan dari konflik global tersebut. Sementara itu, sentimen negatif juga mencuat seiring penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh World Bank yang menjadi 4,7 persen.

IHSG sendiri, secara teknikal, memiliki potensi menguat terbatas dengan pergerakan antara 7.200-7.310.

Pasar juga memperhatikan dengan seksama mengenai arah harga dari komoditas global terkhususnya minyak juga rilis data inflasi AS yang bakal mempengaruhi arah kebijakan suku bunga global.

Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Jumat (10/04), yaitu:

Panin Sekuritas

-BTPS, HMSP dan MIKA

Mirae Asset Sekuritas

-AADI, INCO dan MAPI

BRI Danareksa Sekuritas

-EMTK, RAJA dan ESIP

BNI Sekuritas

-BUMI, CPIN, INDY, ESSA, RAJA dan MDKA

CGS International Sekuritas

-TAPG, DSNG, EMTK, ITMG, HRTA dan BRPT

Phintraco Sekuritas

-EMTK, CUAN, CTRA, ISAT dan BRPT

MNC Sekuritas

-BUMI, EXCL, MINA dan RAJA

Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

error: Content is protected !!