kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

HUT ke-75, IBI Sulsel Tegaskan Bidan Jadi Garda Terdepan Kesehatan Ibu dan Anak

HUT ke-75, IBI Sulsel Tegaskan Bidan Jadi Garda Terdepan Kesehatan Ibu dan Anak
(Foto : IST)

KabarMakassar.com — Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan peran strategis bidan sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan ibu, anak, dan kesehatan reproduksi.

Penegasan itu disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) IBI ke-75 yang ditandai dengan kegiatan jalan sehat mengusung tema ‘One Million More Midwives’, di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Minggu (28/06).

Ketua IBI Sulawesi Selatan, Dr. Mardiana Ahmad, S.SiT., M.Kep, mengatakan kontribusi bidan tidak hanya terlihat di rumah sakit maupun puskesmas, tetapi juga menjangkau wilayah terpencil, terluar, dan terisolasi di seluruh Sulawesi Selatan.

“Bidan merupakan first line atau garda terdepan dalam mengawal kesehatan ibu dan anak, termasuk kesehatan reproduksi. Kami hadir mulai dari sebelum kehamilan, masa persalinan, setelah melahirkan hingga pelayanan keluarga berencana. Bahkan bidan bertugas sampai ke daerah pegunungan, kepulauan, dan wilayah 3T,” ujarnya.

Menurut Mardiana, jaringan IBI kini telah tersebar di seluruh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dengan jumlah anggota mencapai sekitar 22.400 orang. Keberadaan tenaga bidan yang merata dinilai menjadi kekuatan penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.

Ia menjelaskan tema HUT IBI tahun ini, “One Million More Midwives”, merupakan ajakan untuk memperkuat ketersediaan tenaga bidan di Indonesia karena kebutuhan terhadap profesi tersebut masih sangat besar.

“Tema ini menunjukkan bahwa Indonesia masih membutuhkan satu juta bidan lagi untuk mengawal kesehatan ibu, anak, dan kesehatan reproduksi. Ini merupakan tema nasional yang menjadi semangat kami dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mardiana juga menyoroti sejumlah isu yang masih menjadi perhatian organisasi, mulai dari peningkatan kompetensi hingga kesejahteraan tenaga bidan. Meski demikian, ia menegaskan persoalan tingginya angka kematian ibu tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada bidan karena banyak faktor yang berada di luar kendali tenaga kesehatan.

“Kematian ibu bukan hanya ditentukan oleh kemampuan bidan. Banyak pasien datang dengan kondisi berisiko tinggi seperti hipertensi atau penyakit penyerta lainnya yang tidak bisa kami kendalikan sejak awal. Namun dari sisi pelayanan dan kompetensi, kami yakin bidan di Sulawesi Selatan memiliki kemampuan yang memadai,” jelasnya.

Selain peningkatan kapasitas, IBI juga terus memperjuangkan kesejahteraan bidan, termasuk penyesuaian jasa pelayanan yang diberikan melalui skema pembiayaan kesehatan agar lebih seimbang dengan profesi kesehatan lainnya.

“Kami terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan bidan agar penghargaan terhadap profesi ini semakin baik,” tambahnya.

Mardiana berharap momentum HUT ke-75 menjadi penyemangat bagi seluruh bidan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

“Harapan kami, bidan semakin cerdas, semakin kuat, berprestasi, dan terus berinovasi sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas kepada masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PC IBI Kota Makassar, Bd. Emilia Harnani, S.ST., M.Kes, mengatakan peringatan HUT IBI tahun ini dirangkaikan dengan Bulan Bakti IBI yang diisi berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat.

“Kami sudah melaksanakan pelayanan keluarga berencana, imunisasi, pemeriksaan kesehatan gratis, dan berbagai layanan kesehatan lainnya. Seluruh rangkaian Bulan Bakti akan mencapai puncaknya pada 3 Juli 2026,” katanya.

Pada puncak peringatan tersebut, IBI Kota Makassar juga akan menggelar seminar ilmiah yang menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri, termasuk perwakilan Konsulat Jenderal Australia, guna memperkuat kompetensi tenaga bidan.

“Harapannya tentu kualitas bidan semakin meningkat sehingga pelayanan kesehatan ibu dan anak juga semakin baik,” ujar Emilia.

Ia menyebut IBI Kota Makassar saat ini memiliki sekitar 2.800 anggota yang tersebar di puskesmas, rumah sakit, klinik, hingga institusi pendidikan kebidanan melalui 25 ranting organisasi.

Menurut Emilia, IBI akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Makassar dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, termasuk upaya percepatan penurunan angka stunting melalui pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas.

error: Content is protected !!