KabarMakassar.com — Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Sungai Jeneberang memicu banjir bandang yang menjebak 13 warga Kota Makassar di kawasan wisata alam Air Terjun Barayya, Kabupaten Gowa.
Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba dan memutus jalur penyeberangan yang dilalui rombongan.
Menerima laporan kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar langsung mengerahkan tim evakuasi ke lokasi meski berada di luar wilayah administratif Kota Makassar.
“Mereka terjebak akibat banjir bandang di kawasan wisata Air Terjun Barayya, Sungai Jeneberang,” kata Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, Minggu (4/1) malam.
Peristiwa bermula saat rombongan warga Makassar melakukan aktivitas wisata alam di kawasan Sungai Jeneberang. Di tengah perjalanan, hujan lebat mengguyur wilayah hulu sungai, menyebabkan debit air meningkat drastis dan arus menjadi sangat deras.
Kondisi tersebut membuat rombongan tidak dapat melintasi sungai dan terpaksa bertahan di lokasi yang lebih tinggi.
Sebanyak 13 orang dilaporkan terjebak sejak Sabtu (3/1).
Arus sungai yang kuat dan medan terjal membuat upaya penyelamatan harus dilakukan dengan perhitungan matang.
BPBD Makassar kemudian menurunkan tim lengkap dengan ambulans serta peralatan penyelamatan. Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi cuaca yang masih hujan, pencahayaan terbatas, serta risiko tinggi akibat derasnya arus sungai.
Fadli menjelaskan, tim membawa berbagai perlengkapan pendukung, mulai dari alat mountaineering, life jacket, peralatan medis, hingga logistik darurat seperti jaket penghangat dan makanan.
“Evakuasi dilakukan satu per satu menggunakan teknik khusus menyesuaikan kondisi medan,” ujarnya.
Seluruh korban yang terdiri dari lima perempuan dan delapan laki-laki berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Setelah dievakuasi, para korban langsung dibawa menuju Kota Makassar menggunakan ambulans dan kendaraan operasional BPBD untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Fadli menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama, tanpa melihat batas wilayah administratif.
“Semua yang dievakuasi adalah warga Kota Makassar. Di mana pun mereka berada, keselamatan mereka menjadi tanggung jawab kami,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama pada musim penghujan. Menurutnya, potensi banjir bandang di wilayah sungai dan air terjun dapat terjadi secara mendadak dan sulit diprediksi.
Sebelumnya, BPBD Kota Makassar juga mengevakuasi lima nelayan yang sempat terombang-ambing di perairan Barrang Lompo akibat kerusakan mesin kapal pada Kamis (1/1) malam.














