kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Harga Plastik Naik, 71 Persen Warga Kurangi Plastik, 72% Beralih ke Tas Ramah Lingkungan

Harga Plastik Naik, 71 Persen Warga Kurangi Plastik, 72% Beralih ke Tas Ramah Lingkungan
Ilustrasi Kantong Plastik (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Lonjakan harga plastik belakangan ini mulai mengubah kebiasaan konsumsi masyarakat.

Survei terbaru Jakpat menunjukkan mayoritas warga kini memilih mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai, dengan 71 persen responden mengaku mulai menekan penggunaannya, sementara 72 persen beralih ke tas ramah lingkungan sebagai alternatif utama.

Temuan itu terungkap dalam survei Sustainable Living & the Plastic Pivot: Responding to Market Changes yang dirilis Jakpat pada Mei 2026. Survei tersebut melibatkan 1.373 responden dengan margin of error di bawah 5 persen, dengan pengumpulan data dilakukan pada 16–17 April 2026 melalui aplikasi mobile.

Kenaikan harga plastik disebut menjadi pemicu utama perubahan perilaku tersebut. Selain dipengaruhi meningkatnya permintaan domestik, tekanan harga juga dikaitkan dengan dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak pada rantai pasok bahan baku.

Selain membawa tas belanja pakai ulang, responden juga mulai menerapkan kebiasaan lain untuk mengurangi konsumsi plastik. Sebanyak 57 persen memilih membawa wadah sendiri saat berbelanja atau membeli makanan, sementara 48 persen mulai membawa kotak bekal, botol minum, atau peralatan makan pribadi.

Survei itu juga mencatat 40 persen responden mulai mencari bahan alternatif pengganti plastik, sedangkan 37 persen memilih memakai ulang kantong plastik yang sudah dimiliki sebelumnya.

Di sisi lain, tidak semua masyarakat terdorong mengubah kebiasaan. Sebanyak 8 persen responden mengaku tetap tidak berniat mengurangi penggunaan plastik meski harganya meningkat.

Untuk pilihan substitusi, tas ramah lingkungan menjadi opsi paling dominan dengan tingkat preferensi mencapai 72 persen. Alternatif lain yang juga mulai banyak digunakan yakni karton sebesar 48 persen, paper bag 39 persen, serta tas jaring 38 persen.

Sebagian responden juga memilih menggunakan wadah plastik keras atau thinwall yang dapat dipakai berulang kali. Meski masih berbahan plastik, model ini dinilai lebih efisien dibanding plastik sekali pakai.

Hasil survei ini menunjukkan tekanan harga tidak hanya berdampak pada pola belanja masyarakat, tetapi juga mendorong pergeseran gaya hidup yang lebih adaptif terhadap isu lingkungan.

error: Content is protected !!