kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Dorong Budidaya Benih Padi, Pj Bupati Minta Petani Gunakan Teknologi Penangkaran

Dorong Budidaya Benih Padi, Pj Bupati Minta Petani Gunakan Teknologi Penangkaran
(Foto : IST).

KabarMakassar.com — Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri mengajak para petani untuk terus melakukan terobosan dan berinovasi di bidang teknologi Pertanian.

Junaedi menuturkan, dengan terobosan teknologi pertanian maka petani mampu meningkatkan kualitas padi.

Menurut dia, salah satunya dengan membuka penangkaran benih padi secara mandiri untuk memastikan hal ini.

Hal itu pun dapat dibuktikan oleh Pemerintah Desa Kalumpang Loe , yang telah kreatif mengolah dan memasarkan hasil pertanian dengan tidak dijual kepada tengkulak untuk dikonsumsi secara langsung, tetapi hasil panen padi di desa ini diproses penangkaran benih padi.

Olehnya itu, Junaedi mendorong agar budidaya penangkaran benih padi ini menjadi percontohan di Kabupaten Jeneponto.

“Kalau masyarakat sudah mampu untuk membuat benih sendiri, maka produktivitas petani akan semakin meningkat dan tentunya kesejahteraan masyarakat petani juga akan meningkat,” tutur Junaedi Bakri saat mengunjungi Penangkaran Padi di Desa Kalumpangloe. Minggu (31/3).

Sementara itu, Ahmad Balumbung selaku Kepala Dusun Palippiri di Desa ini mengatakan jika padi yang ditanam di penangkaran ini merupakan bibit unggulan.

“Jika saya perhatikan kareng bahkan diawal melakukan ini saya sempat dimarahi oleh mertua saya, karena dianggap akan sia-sia namun Alhamdulillah setelah saya panen, hasilnya sudah bisa saya gunakan untuk mendaftar ke tanah suci,” cetus Ahmad.

Mengingat sambungnya, perbandingan harganya antara beras konsumsi dan beras untuk bibit sangat jauh berbeda per kilonya.

“Sehingga harga padi untuk bibit ini tidak sama dengan padi di daerah lain yang dijual untuk keperluan konsumsi, dan sangat menguntungkan,” ujarnya.

Mendengar hal itu, Junaedi menyebut untuk mencapai kedaulatan pangan nasional, kita tidak hanya melakukan penangkaran benih padi unggul, namun juga pertanian di Kabupaten Jeneponto sudah harus menerapkan modernisasi pertanian menggunakan alat mesin pertanian (Alsintan) serta memperhatikan sektor bisnis sehingga lahan satu hektar dapat menghasilkan seperti lahan 3 hektar.

Pada saat meninjau lokasi penangkaran benih padi unggl, Junaedi turun langsung ke sawah dan melaksanakan dialog dengan Ahmad balumbung untuk menyaksikan Penangkaran benih padi unggul tersebut.

Dilakukannya penangkaran ini tidak lain untuk meningkatkan pendapatan para petani. Sebab dengan penangkaran bibit, para petani tidak hanya menjual beras saja, namun juga diharapkan menjual bibit benih padi unggul yang harga jualnya lebih tinggi.

Pembangunan pertanian sub sektor tanaman pangan dan hortikultura memiliki peranan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kebutuhan pangan masyarakat terus meningkat setiap tahun, untuk itu kita harus mencanangkan program peningkatan produksi padi dengan peningkatan indeks pertanaman sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas padi,” jelasnya.

Termasuk, dengan menambah penangkaran padi di Kabupaten Jeneponto yang baru tiga yakni 2 di Turatea dan satu Kalumpang loe.

“Saya juga akan terus berupaya untuk bekerjasama dengan pihak perbankan agar membantu petani dengan mekanisme living cost serta menghubungi balai penangkaran yang ada di maros agar hal ini dapat terealisasi” kata Edi sapaan Penjabat bupati Jeneponto ini.

Sementara itu ahmad balumbung menambahkan bahwa penangkar yang saat ini dikembangkan seluas 5Ha

” Ini varietas unggulan dan dapat makin dikembangkan,dan sudah ada 5 Ha, “ujarnya.

Di akhir kunjungannya, Pj Bupati Jeneponto langsung menghubungi ibu Sri sasmita dari balai penangkaran maros untuk menindaklanjuti hal ini.

error: Content is protected !!