KabarMakassar.com — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar menyoroti adanya dugaan oknum yang membekingi aktivitas terminal bayangan di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Dugaan itu mencuat saat pemerintah mulai menertibkan kendaraan yang selama ini menjadikan pinggir jalan sebagai tempat menaikkan dan menurunkan penumpang.
Kepala Bidang Terminal, Perparkiran, Audit dan Inspeksi (TPAI) Dishub Kota Makassar, Irwan Sampeang, menyebut pihaknya mencurigai adanya oknum tertentu yang selama ini memberikan perlindungan terhadap aktivitas tersebut.
“Diduga ada oknum-oknum yang membackup aktivitas ini. Karena itu dalam penertiban kami melibatkan unsur TNI dan kepolisian,” jelas Irwan, Minggu (08/03).
Irwan mengakui penertiban di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Petugas bahkan menghadapi berbagai tantangan, termasuk intimidasi dari pihak yang menolak penataan tersebut.
Meski demikian, Dishub Makassar memastikan pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan kawasan tersebut tidak lagi digunakan sebagai terminal tidak resmi.
“Tim kami akan terus berjaga dan memantau di lokasi agar kendaraan tidak lagi menaikkan penumpang di sana. Ini bagian dari upaya menata transportasi dan mengurai kemacetan agar kota tidak terlihat semrawut,” tegasnya.
Menjaga kondisi tetap kondusif, Dishub Makassar bekerja sama dengan TNI, Polri dan Satpol PP untuk menertibkan kendaraan yang masih beroperasi di terminal bayangan.
Lebih lanjut katanya, kawasan tersebut menjadi titik prioritas penertiban karena sering dikeluhkan masyarakat.
“Lokasi utama yang kami tertibkan yakni terminal bayangan di Jalan Perintis Kemerdekaan, khususnya sekitar Mako AURI. Titik ini memang sering menjadi keluhan karena memicu kemacetan,” ujar Irwan.
Menurut Irwan, praktik terminal bayangan di kawasan tersebut sudah berlangsung lama. Bahkan aktivitas itu disebut mulai marak sejak Terminal Regional Daya difungsikan menggantikan Terminal Panaikang sekitar tahun 2015.
Sejak saat itu, sejumlah kendaraan pribadi mulai membuka layanan angkutan penumpang secara tidak resmi di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan.
“Selama ini ada mobil-mobil pribadi yang membuka terminal bayangan. Mereka beroperasi mulai subuh, pagi, siang hingga malam untuk mencari penumpang,” tegasnya.














