KabarMakassar.com — Human Initiative Volunteer Energy (HIVE) Sulawesi Selatan telah sukses melaksanakan kegiatan Rekrutmen dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) relawan kebencanaan bertema Act Now to Grow a Million Hopes – Be a Light in the Midst of Disaster.”
Program berlangsung sejak April hingga Mei 2025 sebagai bentuk komitmen pencetakan relawan tangguh di bidang pencarian dan pertolongan (SAR).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian, membentuk jiwa kemanusiaan, serta memperkuat solidaritas antarcikal bakal penyelamat muda.
“Saya selalu berharap layanan kemanusiaan tidak akan pernah putus. Perekrutan ini adalah bagian dari regenerasi dunia kerelawanan. Pemuda-pemuda harus masuk dalam lingkaran kepedulian terhadap sesama, dan HIVE akan menjadi rumah mereka dalam aksi kemanusiaan,” ujar M. Jabal Nur, Kepala Regional Human Initiative Indonesia Timur.
Diklatsar HIVE Sulsel 2025 dibagi dalam empat tahapan:
Special Gathering (20 April 2025) – Digelar di Kantor Human Initiative Sulsel, peserta diperkenalkan pada studi kasus SAR dan diajak berpikir kritis serta penuh empati.
Indoor 1 (26–27 April 2025) – Materi meliputi pengenalan HI dan HIVE, PSEA (Perlindungan dari Eksploitasi dan Pelecehan Seksual), Kebijakan Pengamanan Anak, Penilaian, Kode Etik, dan konsep dasar kerelawanan.
Indoor 2 (3–4 Mei 2025) – Peserta menerima pelatihan intensif terkait Medical First Responder (MFR), Navigasi Darat, Perencanaan Perjalanan Alam Terbuka (PPAT), dan Survival.
Outdoor (9–11 Mei 2025) – Digelar di Dusun Matteko, Desa Erelembang, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Peserta menjalani simulasi langsung materi SAR seperti Navigasi Darat, ESAR (Explore Search and Rescue), dan teknik survival.
Dari 68 peserta pendaftaran , hanya 20 orang yang berhasil lolos hingga tahap outdoor. Hal ini menunjukkan ketatnya proses seleksi demi menjaring lawan yang benar-benar siap dan konservasi.
“Melalui kurang lebih 2 bulan tahapan perekrutan, besar harapan kami untuk mencetak relawan-relawan kebencanaan yang tangguh, responsif dan konsisten dalam hal kebencanaan,” ujar Muh Yudi Satriawan, Koordinator Relawan HIVE Sulsel.
Peserta Diklatsar, Arya Ramadhan, menyampaikan kesan mendalam atas pengalaman yang diperoleh.
“Kegiatan Diklatsar ini cukup mengesankan. Karena dari semua rangkaian kegiatan seperti indoor hingga outdoor, saya memperoleh pengalaman baru berupa bekal pengetahuan, keterampilan dan kemampuan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan dalam situasi darurat. Di mana bukan hanya secara teori, namun juga dipraktikkan secara langsung di lapangan (outdoor). Dengan begitu, saya menjadi paham pembacaan situasi dan kondisi, efisiensi serta keefektifan waktu dalam menjalankan misi pencarian atau penyelamatan. Saya berharap semoga ke depannya Diklatsar ini bisa memberikan pelatihan kepada lebih banyak orang, serta peningkatan fasilitas pelatihan seperti akomodasi transportasi yang lebih memadai menuju lokasi outdoor agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan selama pelatihan berlangsung,” ujar Arya.
Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, antara lain Diskursus Coffee, Bucimo Tailor, Travel World by Cece, 28 Studios, Ayyurah Laundry, Suka Coffee, B-OASE, Metaforest Outdoor Gear , serta media partner Kabar Makassar dan komunikasi teknis dari UKM SAR UNM .














