kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Digitalisasi Perdagangan Jadi Senjata Sulsel Perluas Ekspor Lewat Serbu Pasar

Digitalisasi Perdagangan Jadi Senjata Sulsel Perluas Ekspor Lewat Serbu Pasar
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman, saat menjadi narasumber talkshow di kegiatan Serbu Pasar (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadikan digitalisasi perdagangan sebagai strategi utama untuk memperluas pasar ekspor produk unggulan daerah.

Melalui gerakan Serbu Pasar, pemerintah mendorong pelaku usaha dan UMKM agar beradaptasi dengan teknologi digital demi mempercepat transaksi lintas negara dan memperkuat rantai pasok.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman menjelaskan, Serbu Pasar merupakan adaptasi dari konsep market trade yang biasa diterapkan oleh atase perdagangan di luar negeri. Program ini dirancang untuk menjajaki segmen pasar baru sekaligus mempertemukan produsen dan pembeli secara langsung.

“Serbu pasar ini bukan singkatan ya, itu nama, itu terjemahan dari market trade yang biasa dilakukan oleh atase perdagangan di luar negeri. Itu untuk,menjajaki segmen pasar yang baru, kemudian mempertemukan antara buyer dan seller, kemudian memastikan rantai pasok itu bisa berjalan lancar dan mulus,” jelasnya.

Dia menekankan, digitalisasi menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem perdagangan yang efisien dan terintegrasi. Dengan teknologi informasi, transaksi ekspor kini dapat dilakukan hanya melalui ponsel atau jaringan internet tanpa terhalang jarak dan waktu.

“Kemudian, kenapa dikaitkan dengan digitalisasi, karena ternyata melakukan ekspor sekarang itu dengan cara konvensional itu banyak kendalanya. Tapi kalau lewat penggunaan teknologi IT itu lebih bisa disederhanakan. Transaksi bisa berjalan dalam satu hari pada saat yang bersamaan di seluruh belahan dunia hanya lewat HP atau lewat internet,” ungkapnya.

Jufri menambahkan, kolaborasi lintas lembaga menjadi kekuatan utama gerakan ini. Pemprov Sulsel bersama Bank Indonesia menggagas kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan calon pembeli dari dalam dan luar negeri.

“Ini Pak Ahmadi (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel) bersama dengan Bank Indonesia mengagas kegiatan kolaboratif seperti ini karena disadari betul bahwa sebenarnya potensi Sulawesi Selatan untuk memproduksi barang-barang yang dibutuhkan oleh pasar domestik dan pasar dunia itu besar sekali. Cuma selama ini para produsen kita itu tidak tahu mau dilempar ke mana produknya,” tambahnya.

Dukungan terhadap gerakan Serbu Pasar juga datang dari Bank Indonesia. Lembaga keuangan ini menilai digitalisasi perdagangan menjadi langkah strategis memperkuat daya saing UMKM dan memperluas pasar ekspor.

“Di era global ini, ini kegiatan yang sangat tepat. Bahwa tentu saja kita sampai ke level UMKM-nya harus mengembangkan ekspor. Dan hal yang sangat penting itu adalah mengembangkan UMKM ekspor. Nah kami pun di Bank Indonesia juga mengembangkan UMKM ekspor. Dari 152 UMKM binaan Bank Indonesia, itu 100-nya itu UMKM ekspor,” jelas Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Wahyu Purnama.

Dia mengungkapkan, hasil pembinaan tersebut telah membawa dampak nyata terhadap peningkatan nilai ekspor daerah. Selama tahun 2024, nilai realisasi ekspor dari 100 UMKM binaan BI mencapai Rp22 miliar.

“Nah itu kami sudah hubungkan dengan berbagai negara secara langsung sehingga untuk 2024 saja kemarin, itu realisasi ekspornya sampai Rp22 miliar. Memang komitmennya Rp89, tapi tercapai baru Rp22 miliar dari 100 UMKM ekspor itu,” ujarnya.

Bank Indonesia menilai, penguatan sektor perdagangan menjadi langkah penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Sulsel. Dengan kontribusi perdagangan yang mencapai 15 persen terhadap PDRB, sektor ini dinilai strategis untuk didorong ke level ekspor.

“Karena Pak Sekda mengatakan bahwa perdagangan itu memegang kata kunci juga. Karena di Sulsel, sekarang PDRB itu 21 persen pertanian, nomor dua perdagangan, 15 persen. Jadi memang harus mengembangkan perdagangan, terutama untuk ke level ekspornya,” jelasnya.

error: Content is protected !!