KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif melalui pemanfaatan aset negara secara optimal.
Langkah konkret ini diwujudkan lewat kerja sama strategis dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) yang menandai transformasi aset negara di Jalan Nusantara menjadi pusat kreativitas baru, Gedung Makassar Creative Hub (MCH) Nusantara.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Kemenkeu RI, Rional Silaban, di Gedung MCH Nusantara, Jumat (07/11).
Gedung ini direncanakan mulai difungsikan penuh pada tahun 2026 sebagai pusat kolaborasi, edukasi, dan inkubasi bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Daeng.
Bangunan yang berlokasi di Jalan Nusantara ini berdiri megah dengan desain modern industrial, menggabungkan unsur beton, besi, dan kaca. Dari area dalam gedung tampak tangga besi hitam berlapis kaca transparan, memberi kesan terbuka, fungsional, dan minimalis.
Ruang dalamnya dirancang fleksibel untuk berbagai aktivitas kreatif, sementara sisi luar mempertahankan karakter bangunan lama dengan dinding bata ekspos putih, menciptakan harmoni antara konsep modern dan heritage kota pelabuhan.
Menurut Direktur Makassar Creative Hub, Muhammad Sabiq, gedung ini memiliki lima lantai ruang kreatif yang difungsikan secara tematik dan saling terhubung, merepresentasikan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Sabiq menambahkan, dengan difungsikannya gedung ini pada 2026, Pemerintah Kota Makassar menargetkan sejumlah dampak sosial dan ekonomi nyata. Di antaranya adalah peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui ruang pelatihan dan co-working, pembukaan peluang kerja baru, serta penguatan branding kota sebagai pusat ekonomi kreatif Indonesia Timur.
“MCH Nusantara bukan hanya gedung, tapi simbol ekosistem kreatif yang hidup. Di sini ada ruang belajar, berkarya, berjejaring, dan menghasilkan karya yang berdampak sosial,” jelas Sabiq.
Intip fungsi setiap lantai di MCH jalan Nusantara:
Lantai 1 – Area Publik & Literasi
Lantai dasar difokuskan sebagai ruang interaksi terbuka untuk publik dan komunitas literasi. Di area ini tersedia MCH Store, amfiteater, panggung terbuka, ruang komunal, dan perpustakaan, serta area parkir yang nyaman.
Kolaborasi dilakukan bersama Dinas PU, Diskominfo, Dinas Perpustakaan, dan komunitas budaya. Tujuannya, menjadikan lantai ini titik temu antara masyarakat dan pelaku kreatif, serta wadah edukasi dan co-working yang inklusif.
Lantai 2 – Kolaborasi & Edukasi
Lantai kedua berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan kerja sama antar-pelaku kreatif. Di dalamnya terdapat kafe, ruang kelas, dan co-working space yang dapat digunakan komunitas, startup, serta pelaku UMKM.
Ruang ini dirancang untuk memperluas jaringan dan kapasitas pelaku ekonomi kreatif lewat pembelajaran praktis dan kolaboratif.
Lantai 3 – Galeri & Pameran
Lantai ini menjadi etalase seni visual dan budaya Makassar. Fasilitas seperti galeri seni, ruang kelas, dan teras kafe disiapkan untuk seniman lokal, fotografer, dan komunitas kreatif lainnya. Tujuannya memberi ruang ekspresi bagi karya-karya lokal agar dikenal luas sekaligus memperkaya identitas budaya kota.
Lantai 4 – Manajemen & Produksi
Bagian ini menjadi pusat administrasi dan produksi konten kreatif. Dilengkapi dengan studio foto, video, grafis, dan ruang editing, lantai ini dirancang sebagai rumah produksi bagi pelaku industri kreatif, desainer, hingga konten kreator.
Sabiq menjelaskan, ruang ini akan dikelola secara profesional agar hasil karya Makassar dapat bersaing di tingkat nasional.
Lantai 5 – Rumah Hijau & Urban Farming
Sebagai penutup, lantai paling atas difokuskan untuk edukasi lingkungan dan praktik pertanian perkotaan (urban farming). Dengan konsep greenhouse di rooftop, area ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan komunitas seperti Makassar Berkebun dan Tanami Tanata.
Tujuannya menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan anak muda dan pelaku kreatif sekaligus memperkenalkan inovasi hijau dalam kota.













