kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Diduga Janggal, Polisi Selidiki Kematian Pasien RSKD Dadi Makassar

Warga Jeneponto Temukan Lansia 65 Tahun Meninggal Membusuk di Dalam Rumah
Ilustrasi mayat (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Keluarga S (42) seorang pasien orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) yang meninggal di Rumah Sakit Daerah Khusus (RSKD) Dadi Makassar, menduga bahwa kematian korban disebabkan oleh penganiayaan saat perawatan.

Berdasarkan informasi yang diterima, korban masuk di RSKD Dadi Makassar pada Jumat (18/10), pukul 12.00 WITA. Tak lama kemudian, keluarga korban mendapatkan kabar jika korban meninggal dunia pada pukul 21.00 WITA.

“Kalau kejadian dapat informasi (kematian korban) tanggal 18 hari Jumat pukul 22.00 Wita. Tapi korban meninggal pukul 21.00 Wita,” ujar kerabat korban, Aswan saat dihubungi melalui telepon, Minggu (20/10) kemarin.

Saat korban dibawah ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk dilakukan autopsi, Aswan mengungkapkan jika ditemukan sejumlah luka di tubuh korban. Sejumlah luka yang terlihat, seperti di atas alis sebelah kiri dan di bawah pelipis mata. Tak hanya itu, dan ada jerat tali di leher korban.

“Dia meninggal, menurut saya tidak wajar. Ada luka saya lihat jenazah melihat ada beberapa luka di bagian tubuhnya,” kata dia.

“Terus di bagian leher itu seperti ada jeratan tali, seperti dianiaya. Terus di bagian belakang kepala (ada luka),” ungkapnya.

Sementara ini, Aswan mengatakan jenazah korban sudah diautopsi oleh Bidang Dokter dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Ia juga mengaku sudah melaporkan kematian Sahrullah di Polrestabes Makassar.

“Sudah melapor hari Jumat itu di Polrestabes Makassar. Kita juga sudah lakukan autopsi,” ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Hubungan Masyarakat RSKD Dadi Makassar, Sukirman menjelaskan bahwa korban di bawah keluarganya ke RSKD Dadi Makassar, Sekitar pukul 13.30 WITA, kemudian menjalani pemeriksaan awal di unit gawat darurat jiwa (IGD Jiwa).

Setelah itu, kata Sukirman pasien dipindahkan ke ruang observasi untuk perawatan lanjutan. Sekitar pukul 16.00, korban yang awalnya terlihat tenang, tiba-tiba menjadi gelisah hingga mengakibatkan terjadinya perkelahian antar pasien.

“Jadi kami dapat informasi dari kepala ruangan bahwa kejadian terjadi dipukul 18.30 WITA, pada saat pasien keluar untuk makan dan minum obat, disitu pasien gelisa dan ingin pulang, bersamaan itu pula ada pasien empat orang yang memang agak gelisa. Akhirnya terjadi perkelahian antara itu,” ujarnya kepada awak media, Senin (21/10).

Mengetahui perkelahian tersebut, perawat yang bertugas melerai perkelahian antar pasien tersebut, dan kemudian merestrain pasien sesuai dengan prosedur agar tidak berkelahi dan gelis lagi.

“Demi menjaga keselamatan pasien dan petugas, pasien kemudian direstrain sesuai dengan prosedur standar dalam kasus seperti ini. Namun, pada pukul 21.00, pasien ditemukan telah meninggal dunia,” kata Sukirman.

Terkait penyebab kematian korban, Sukirman mengaku pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi yang terkait dalam kematian korban, termasuk memeriksa rekaman cctv yang terpasang di RSKD Dadi Makassar.

“Saat ini, penyebab kematian masih dalam penyelidikan, dan kami bekerja sama penuh dengan pihak berwenang untuk menjelaskan semua rincian yang terjadi. Dua anggota staf kami yang bertugas pada malam tersebut saat ini berada di kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

“Sampai sekarang (yang diperiksa) bertiga dengan humas dan perawatan 2 yang berinisial N dan N, petugas jaga yang saat terjadi kejadian itu,” lanjutnya.

Begitupun dengan sejumlah luka yang berada di tubuh korban, kata Sukirman pihaknya menunggu hasil visum dari pihak kepolisian.

“Kami belum bisa bicara banyak tentang hal itu, masih menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara, dalam hal ini pihak Polrestabes yang akan menjelaskan nanti,” tandasnya.

error: Content is protected !!