KabarMakassar.com — Bupati Jeneponto, Paris Yasir bersama Forkopimda menghadiri kegiatan serentak Panen Raya Padi yang digelar di 14 Provinsi di Indonesia.
Kegiatan ini dibuka secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dari Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.
Untuk wilayah Kabupaten Jeneponto, pelaksanaan panen raya dipusatkan di Ganrang Batu, Desa Kayuloe Timur, Kecamatan Turatea, yang merupakan salah satu lumbung padi unggulan di daerah Butta Turatea.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian RI, para pimpinan perangkat daerah terkait, KTNA Jeneponto, penyuluh pertanian, dan para kelompok tani se-Kecamatan Turatea.
Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bersama penyuluh pertanian, produksi padi di Jeneponto di tahun 2025 mengalami peningkatan yang menggembirakan.
Produksinya rata-rata dinyatakan mencapai 8,6 ton per hektare. Catatan ini pun naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian ini menjadi bukti keberhasilan strategi pertanian yang dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam sambutannya, Bupati Paris Yasir mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas semangat dan kerja keras para petani serta dukungan seluruh stakeholder.
Ia menegaskan bahwa pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Jeneponto dan akan terus didorong melalui program-program strategis.
“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para petani, penyuluh, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam meningkatkan produksi padi. Sinergitas antara pemerintah, petani, dan semua stakeholder adalah kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani kita,” ujar Bupati, Senin (7/4).
Acara Panen Raya Padi Serentak ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor pertanian, tidak hanya di Jeneponto tetapi juga secara nasional, dalam rangka mendukung upaya kemandirian dan ketahanan pangan Indonesia.














