KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi), menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam memperkuat ketahanan pangan Kota Makassar yang kian tertekan oleh keterbatasan lahan dan ketergantungan pasokan dari daerah penyangga.
Penegasan itu disampaikan Appi saat menghadiri pengukuhan tiga guru besar Universitas Bosowa, Rabu (07/01).
Diketahui, tiga guru besar tersebut diantaranya Prof. Ir. Andi Tenri Fitriyah, M.Si., Ph.D., Profesor dalam Bidang Ekonomi Pertanian dengan kepakaran pada ketahanan dan pola konsumsi pangan alternatif. Prof. Dr. Chahyono, S.E., M.Si., Profesor dalam Bidang Manajemen dengan kepakaran inovasi manajemen dan keberlanjutan usaha ekonomi, dan Prof. Ir. Baharuddin, M.Si., Ph.D., Profesor dalam Bidang Sosial Ekonomi Pertanian dengan kepakaran tata kelola pembangunan pertanian berkelanjutan.
Ia menilai pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri menghadapi tantangan pangan perkotaan.
“Pemerintah Kota Makassar tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi kuat dengan perguruan tinggi dan akademisi agar ketahanan pangan kota bisa terjaga,” ujar Appi.
Ia menyebut Makassar dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa menghadapi risiko serius jika tidak menyiapkan inovasi pangan alternatif. Karena itu, riset kampus dinilai krusial untuk mendorong sistem pangan perkotaan yang lebih adaptif.
“Kita tidak punya lahan pertanian luas. Maka yang dibutuhkan adalah inovasi dan alternatif agar pasokan pangan tetap aman,” katanya.
Appi menilai keilmuan para profesor yang dikukuhkan, khususnya di bidang ekonomi pertanian dan sosial ekonomi pertanian, relevan dengan kebutuhan daerah dalam membangun ketahanan pangan berbasis lokal.
Ia juga membuka peluang kolaborasi lanjutan untuk mengimplementasikan program ketahanan pangan di tingkat masyarakat.
“Kita akan dorong program seperti urban farming dan berbagai inovasi pertanian perkotaan agar kemandirian pangan bisa dimulai dari rumah tangga,” tegasnya.
Menurut Appi, pengukuhan guru besar bukan sekadar capaian akademik, melainkan momentum untuk memperkuat kontribusi kampus dalam menjawab isu strategis pangan yang dihadapi Kota Makassar.
“Kita sangat berharap adanya bantuan dan kolaborasi antara akademik dan pemerintah kota, kalau kita bekerjasama ini akan bisa dilewati,” pungkasnya.















