KabarMakassar.com — Tekanan krisis lahan pemakaman di Makassar kian nyata. Sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) dilaporkan hampir mencapai kapasitas maksimal, memaksa pemerintah kota bersama DPRD bergerak cepat menyiapkan solusi baru di luar wilayah kota.
Anggota Komisi D DPRD Makassar dari Fraksi Hanura, Muchlis Misbah, mengungkapkan pembahasan intensif telah dilakukan bersama Pemerintah Kota untuk mengantisipasi kondisi tersebut.
“Hari ini kami membahas persiapan lahan pemakaman. Kondisi di lapangan menunjukkan beberapa TPU sudah hampir penuh,” ujarnya, Selasa (05/05).
Ia merinci, sejumlah lokasi seperti TPU Sudiang, Panaikang, Beroangin, hingga Dadi kini berada dalam kondisi terbatas dan tidak lagi mampu menampung kebutuhan jangka panjang.
Situasi ini mendorong DPRD Makassar mengusulkan pembukaan lahan baru di luar kota. Opsi yang mengemuka adalah wilayah Maros, tepatnya di Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu.
“Saya sudah melapor ke Wali Kota terkait kesiapan lahan alternatif. Insyaallah sudah siap, tinggal memastikan titik yang paling sesuai,” kata Muchlis.
Rencana tersebut mencakup penyediaan lahan sekitar 20 hektare yang diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang atas keterbatasan TPU di Makassar. Namun, realisasi proyek ini masih menunggu koordinasi lintas daerah, khususnya dengan Pemerintah Kabupaten Maros terkait kesesuaian tata ruang wilayah (RTRW).
“Lokasinya di Maros, tapi harus ada sinkronisasi dengan pemerintah setempat agar sesuai dengan RTRW,” jelasnya.
Meski begitu, DPRD optimistis proyek ini bisa direalisasikan dalam tahun berjalan, mengingat telah masuk dalam tahap perencanaan.
“Insyaallah tahun ini bisa terealisasi kalau lokasi final sudah ditetapkan,” tambahnya.
DPRD Makassar menegaskan dukungan penuh terhadap langkah tersebut. Menurut Muchlis, kondisi lahan pemakaman yang semakin sempit tidak bisa lagi ditunda penanganannya.
“Ini kebutuhan mendesak. Lahan pemakaman kita sudah penuh dan butuh solusi cepat,” tukasnya.














