KabarMakassar.com — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Wija To Luwu menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (23/05).
Aksi unjuk rasa tersebut mendesak Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman melakukan permohonan maaf terhadap masyarakat Luwu Raya terkait pernyataan yang diduga menghina masyarakat adat Rampi.
Salah satu orator, Yandi menyebut pihaknya mendesak Gubernur Sulsel melakukan permohonan maaf terkait pernyataannya yang menyuruh masyarakat adat Rampi keluar dari Indonesia.
"Kami Aliansi Wija To Luwu meminta kepada orang nomor satu di Sulsel untuk meminta maaf kepada masyarakat Luwu Raya khususnya warga Rampi," ungkapnya.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan massa aksi memblokir setengah badan ruas jalan depan Kantor Gubernur Sulsel sehingga menuai kemacetan panjang dari arah Kantor DPRD Sulsel.
Selain itu para massa aksi juga membakar ban di badan jalan dan membentangkan spanduk sambil menyampaikan aspirasi mereka.
Sejumlah petugas kepolisian turut mengatur lalu lintas para pengendara jalan dan mengamankan jalannya aksi.
Bagi pengendara yang melintas dari arah Jalan Urip Sumoharjo Kantor DPRD Sulsel menuju arah Jalan Perintis Kemerdekaan dapat mengambil jalan alternatif belok ke Jalan A. P. Pettarani kemudian ke Jalan Abdesir.













