kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Bupati Gowa Minta Warga Bongkar Bangunan Tutupi Drainase Demi Atasi Banjir

Bupati Gowa Minta Warga Bongkar Bangunan Tutupi Drainase Demi Atasi Banjir
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat Turun ke Lokasi untuk Meninjau Kondisi Saluran Air, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa bergerak cepat menanggapi keluhan warga terkait banjir yang kerap terjadi di kawasan Jalan Swadaya, Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Somba Opu.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi saluran air yang menjadi sorotan masyarakat, Rabu (05/11).

Dalam kunjungan lapangan itu, Bupati Husniah didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, serta sejumlah pejabat teknis dari dinas terkait.

Ia menegaskan, langkah turun langsung merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui media sosial.

“Kami menindaklanjuti laporan warga di media sosial yang mengeluhkan genangan air di Jalan Swadaya. Ini bagian dari komitmen kami agar pemerintah hadir langsung dan kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Husniah.

Hasil peninjauan menunjukkan bahwa salah satu penyebab utama genangan di kawasan tersebut adalah adanya bangunan warga yang melampaui batas lahan dan menutup saluran drainase. Kondisi ini menyebabkan air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya meluap ke badan jalan.

Bupati Husniah meminta pemerintah kecamatan bersama lurah, RT/RW, dan tokoh masyarakat segera melakukan pendekatan persuasif dengan warga pemilik bangunan.

“Kami minta camat, lurah, dan perangkat RT/RW duduk bersama warga yang bangunannya menutupi drainase. Kami berharap ada kesadaran untuk membongkar bagian bangunan tersebut. Setelah ada kesepakatan, pemerintah akan langsung menindaklanjuti pembangunan saluran airnya,” tegasnya.

Langkah ini, lanjutnya, merupakan bagian dari strategi antisipasi banjir menjelang musim hujan yang diperkirakan mulai meningkat pada akhir tahun.

“Kita tidak ingin menunggu sampai air meluap lebih parah. Penanganan harus cepat dan menyeluruh agar genangan tidak lagi menjadi masalah tahunan,” tambahnya.

Selain menyoroti penataan drainase, Husniah juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah ke saluran air.

“Saya sudah sampaikan langsung kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Alhamdulillah, masyarakat menerima dengan baik. Yang terpenting sekarang bagaimana pemerintah terus menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat agar upaya penanganan ini berjalan lancar,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan intervensi teknis pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran bersama seluruh elemen masyarakat.

Husniah Talenrang menegaskan bahwa penanganan keluhan masyarakat akan terus dilakukan dengan pola “respon cepat dan solutif.” Ia menyebut bahwa ke depan, Pemkab Gowa akan memperkuat pengawasan pembangunan warga di sekitar jalur drainase dan sempadan sungai untuk mencegah kejadian serupa.

“Kami ingin memastikan setiap pembangunan sesuai dengan tata ruang dan tidak mengganggu fungsi saluran air. Penanganan banjir ini bukan hanya soal proyek, tapi tentang kesadaran bersama menjaga lingkungan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gowa, Rusdy Alimuddin, menjelaskan hasil identifikasi awal di lapangan menunjukkan terdapat empat hingga lima rumah yang dibangun melampaui jalur drainase.

“Begitu warga menyetujui pembongkaran bagian bangunan yang menutup saluran air, kami dari PUPR siap segera turun melakukan pembenahan drainase. Langkah ini penting agar air hujan bisa mengalir lancar dan tidak meluber ke jalan,” terang Rusdy.

Ia menambahkan, pembenahan drainase akan menjadi bagian dari program penataan sistem saluran air perkotaan di wilayah padat penduduk, terutama di Kecamatan Somba Opu yang sering menjadi titik genangan saat hujan deras.

Diketahui, kunjungan tersebut, Bupati Husniah didampingi oleh sejumlah pejabat teknis, di antaranya Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Gowa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Bappeda, Sekretaris DPRD, dan Camat Somba Opu.

Kehadiran tim lintas sektor ini menandai bahwa penanganan banjir di kawasan Jalan Swadaya akan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan, tidak hanya berupa tindakan darurat tetapi juga dalam bentuk perencanaan jangka panjang.

error: Content is protected !!