KabarMakassar.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengevakuasi lima nelayan yang terombang-ambing di perairan Barrang Lompoa setelah kapal yang mereka gunakan mengalami kerusakan mesin, Kamis (1/1) malam.
Operasi penyelamatan dilakukan setelah BPBD menerima laporan dari warga sekitar pukul 18.30 WITA. Sebanyak tujuh personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Makassar langsung diterjunkan ke lokasi meski kondisi laut saat itu cukup berat, dengan ombak tinggi dan jarak pandang terbatas.
“Begitu laporan masuk, tim kami langsung bergerak melakukan pencarian meskipun kondisi laut tidak bersahabat. Alhamdulillah seluruh nelayan berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat,” ujar Kepala BPBD Makassar Muhammad Fadli, Jumat (02/01).
Setelah melalui proses pencarian di tengah laut, kelima nelayan tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa menuju daratan Kota Makassar tanpa mengalami luka serius.
Kata Fadli, salah seorang nelayan menceritakan detik-detik saat perahu mereka mengalami kerusakan mesin ketika sedang memancing di laut lepas. Kondisi tersebut membuat kapal tidak dapat dikendalikan dan terombang-ambing cukup lama.
“Kami lagi memancing, tiba-tiba mesin perahu rusak. Ombak tinggi dan kami terombang-ambing di tengah laut. Kami benar-benar khawatir, kalau BPBD tidak cepat datang menolong, kami tidak tahu apa yang akan terjadi,” ungkapnya.
Para nelayan yang dievakuasi menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kota Makassar dan Pemerintah Kota Makassar atas respons cepat dalam operasi kemanusiaan tersebut. Salah satu korban diketahui merupakan purnawirawan TNI.
BPBD Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kebencanaan dan penyelamatan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat yang mengancam keselamatan jiwa.
“Kami mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, memastikan kelayakan kapal, serta melengkapi diri dengan alat keselamatan sebelum melaut guna menghindari kejadian serupa,” tutupnya.














