KabarMakassar.com — PT PLN (Persero) UP3 Pinrang terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait penggunaan layanan listrik prabayar. Menanggapi keluhan pelanggan yang kadang mengalami kendala saat mengisi pulsa listrik, PLN UP3 Pinrang merilis edukasi mengenai faktor-faktor teknis maupun non-teknis yang kerap memicu kegagalan sistem pengisian token.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan terlebih dahulu mengenali 4 penyebab utama gagalnya pembelian atau pengisian token listrik:
1. Salah Nomor ID Pelanggan: Faktor kelalaian ini menjadi penyebab yang paling sering terjadi. Salah mengetik satu angka saja saat transaksi akan membuat token yang dibeli menjadi tidak valid untuk kWh meter di rumah.
2. Overlimit kWh: Kegagalan bisa terjadi saat akumulasi atau total pembelian token kWh pelanggan dalam satu bulan telah melebihi batas maksimum yang ditetapkan oleh pemerintah.
3. Masalah Teknis Jaringan: Kadang kala, sistem perbankan, penyedia e-wallet, atau server switching sedang berada dalam masa pemeliharaan (maintenance) atau tengah mengalami trafik transaksi yang sangat tinggi.
4. Masalah di kWh Meter: Kendala langsung pada perangkat meteran listrik di rumah, yang biasanya ditandai dengan munculnya tulisan “PERIKSA” atau “BLOKIR” pada layar digital meteran.
Pihak PLN UP3 Pinrang menegaskan bahwa semua kendala tersebut pada dasarnya dapat ditangani dengan mudah. Jika pelanggan menemui masalah pada kWh meter atau membutuhkan bantuan teknis lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk segera melaporkannya secara langsung melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123.













