kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Baru 38 Koperasi Desa Merah Putih di Sulsel yang Beroperasi dari 3.059 Unit

Baru 38 Koperasi Desa Merah Putih di Sulsel yang Beroperasi dari 3.059 Unit
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Aeng Batu-Batu, Takalar (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Dari total 3.059 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah diluncurkan di Sulawesi Selatan, hanya 38 koperasi yang dilaporkan sudah beroperasi penuh. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengungkapkan bahwa hambatan utama yang dihadapi koperasi-koperasi tersebut adalah persoalan permodalan.

Dia menyebut bahwa temuan ini merupakan hasil evaluasi dan pembicaraan bersama seluruh pemangku kepentingan di daerah.

“Dari 3.059 Koperasi Desa Kelurahan, 2.266 Koperasi Desa ya, baru 38 yang operasional. Jadi sumbernya kan persoalan selama ini permodalan. Itu hasil pembicaraan kita dengan semua teman-teman di daerah, permodalan,” ujar Jufri Rahman.

Namun, dia optimistis dengan adanya dukungan pendanaan besar dari pemerintah pusat, koperasi-koperasi ini dapat segera beroperasi. Pemerintah pusat melalui Himbara dipastikan bakal menyuntikkan dana dalam jumlah besar untuk mempercepat akses pembiayaan koperasi desa.

“Tapi, seperti yang saya katakan bahwa ada Rp200 triliun yang di-inject oleh Menteri (Keuangan) Purbaya ke Himbara. Sebenarnya itu membuka ruang untuk makin cepat bagi Koperasi Desa Merah Putih memperoleh akses permodalan. Saya kira hanya itu kendalanya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Jufri menjelaskan bahwa pemerintah juga telah menyiapkan dukungan sumber daya manusia melalui skema penempatan PPPK untuk membantu koperasi di desa-desa. Dengan adanya dukungan ini, tidak ada lagi alasan untuk lambatnya kinerja koperasi.

“Proposal bisnis seperti ada kesepakatan dengan Kemenpan, itu yang PPPK satu sampai empat orang ditempatkan bantu Koperasi Merah Putih, sehingga tidak ada alasan lagi soal keterbatasan SDM dan seterusnya. Kalau itu terjadi, sudah dilaksanakan, kita tinggal menunggu hasilnya. Sabar ya karena ini berproses,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Menteri Koperasi Ahmad Zabadi menyampaikan bahwa program Koperasi Merah Putih secara umum telah berjalan baik secara operasional, meskipun masih memerlukan waktu dalam hal pembiayaan.

“Dalam evaluasi kami, setelah diluncurkan program ini oleh bapak Presiden, Koperasi Merah Putih, alhamdulillah sebagian dari koperasi ini sudah berjalan yang dalam catatan kami lebih dari cukup koperasi merah putih ini dari sisi operasional,” kata Zabadi.

Dirinya menjelaskan bahwa keterlambatan pembiayaan disebabkan oleh proses administratif seperti penyusunan proposal dan penyediaan sarana fisik koperasi. Meski begitu, pemerintah menargetkan pembiayaan terhadap 1.000 koperasi dapat terealisasi dalam waktu dekat.

“Meskipun kemudian dari sisi pembiayaan, karena memang membutuhkan suatu proses penyiapan, menyiapkan proposalnya, kemudian dari sisi sarana, apa tempatnya dan seterusnya, ini memang membutuhkan Waktu,” ujarnya.

“Insyaallah, ini kan saat ini memang memasuki tahap operasional, dan kita menargetkan misalnya dalam akhir bulan ini Insyaallah kita sudah bisa melakukan pembiayaan dari Himbara untuk skema pembiayaan kurang lebih 1.000 koperasi merah putih, yang kemudian ini akan diakselerasi sampai dengan akhir dengan tahun ini sampai dengan 80 ribu koperasi merah putih,” pungkas Zabadi.

error: Content is protected !!