KabarMakassar.com — Menjelang bulan suci ramadhan, Bank Indonesia siap edarkan Rp4.43 Triliun uang tunai guna memenuhi kebutuhan pertukaran uang di masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Causa Iman Karana dalam agenda temu media di Walking Drums, Selasa (29/03).
Ia menjelaskan Bank Indonesia siap memenuhi kebutuhan pertukaran uang di masyarakat selama bulan suci ramadhan dan lebaran idul fitri 1443 H.
Diketahui uang tunai senilai Rp4.43 Triliun tersebut mengalami kenaikan sebesar 3.62 persen dibandingkan jumlah uang tunai yang diedarkan tahun sebelumnya. Hal tersebut disesuaikan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan laporan bank serta sejumlah mitra penukaran.
"Kami telah siap untuk mengedarkan uang tunai sebesar Rp4.43 Triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran dan transaksi masyarakat selama bulan ramadhan serta lebaran," ungkapnya.
Pak Cik sapaan akrabnya menjelaskan uang tunai senilai Rp4.43 Triliun tersebut bakal disebar di 83 perbankan, 18 Bank Indonesia dan 17 titik kas keliling mitra kerja dan usaha.
Selanjutnya uang tunai tersebut bakal disebarkan melalui kas titipan yakni 200 Milyar masing-masing di kas titipan Kabupaten Bone dan Bulukumba, 251 Milyar di Palopo dan sisanya di Kota Makassar.
"Jadi alokasi penarikannya melalui kas titipan yakni ada empat yaitu Bone, Bulukumba, Palopo dan Makassar, untuk Bone dan Bulukumba masing-masing 200 Milyar, Palopo 251 Milyar dan sisanya di Makassar," sambungnya.
Selain itu, Kepala Divisi Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Edi Kristianto menjelaskan uang tunai senilai Rp4.43 Triliun tersebut terdiri atas Rp4.15 Triliun pecahan Rp100.000 dan Rp50.000, serta Rp271.6 Miliar pecahan Rp20.000 ke bawah.
Pihaknya juga menyebut masyarakat dapat melakukan penukaran uang tunai di bank masing-masing sesuai kebutuhan namun tetap disarankan menggunakan metode transfer dalam transaksi.
"Betul bahwa kami telah siap untuk mengedarkan uang tunai senilai Rp4.43 Triliun untuk kebutuhan uang tunai di masyarakat namun kami tetap menyarankan untuk menggunakan metode transfer," pungkasnya.













