KabarSelayar.id — Asriati asal Kab. Kepulauan Selayar dinobatkan sebagai penerima penghargaan Perempuan Berprestasi dari Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM) dalam rangka peringatan Hari Kartini yang dilaksanakan serentak seluruh ibu kota provinsi di Indonesia yang dipusatkan di Istana Negara Jakarta, Kamis, 21 April 2022.
OASE-Kabinet Indonesia Maju sebelumnya telah menetapkan sebanyak 514 Perempuan Berprestasi dan Berjasa yang tersebar di seluruh Kabupaten/kota di Indonesia, diantaranya 24 perempuan perwakilan dari Sulawesi Selatan. Hal tersebut tertuang dalam salinan surat Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Nomor: 002.6/2767/OTDA tertanggal 18 April 2022 ditandatangani Direktur Jenderal Otonomi Daerah Akmal Malik ditujukan kepada Gubernur seluruh Indonesia.
Asriati salah satu perempuan di Indonesia yang mewakili Kab. Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan yang menerima penghargaan atas prestasi dan jasanya di Bidang Kesehatan. Profesi Asriati sebagai Bidan bertugas di puskesmas Kecamatan Pasilambena yang merupakan sebuah pulau terluar Kab. Kepulauan Selayar. Diketahui, bahwa wilayah tersebut termasuk salah satu pulau terdampak parah akibat guncangan gempa bumi 7,5 SR pada Desember 2021.
Berbagai tantangan dan rintangan yang selalu menemani dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai Bidan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Wilayah tugasnya merupakan gugusan pulau-pulau kecil, terdiri dari enam desa yang tersebar di tiga pulau diantaranya Pulau Kalaotoa, Pulau Karupa dan Pulau Madu yang jaraknya dari Ibu Kota Kabupaten (Benteng) kurang lebih 140 Mil.
“Biasanya kami dari puskesmas turun ke masyarakat lakukan pelayanan harus naik kapal kayu (Jolor) dari pulau ke pulau lainnya. Terkadang kami harus jalan kaki untuk menjangkau salah satu Dusun terjauh di Desa Lembang Baji karena belum ada akses jalan raya ke sana, medannya cukup parah, apalagi jika musim hujan,” terangnya.
Sampai saat ini, Bidan Asriati masih berstatus Pekerja Harian Lepas (PHL) mulai tahun 2021, namun juga sempat menjalani profesinya sebagai pegawai Honorer selama 10 tahun sejak tahun 2012 bertugas di Puskesmas Polebunging hingga tahun 2014 dan pindah tugas ke daerah asalnya di pulau Kaloutoa Kecamatan Pasilambena. Nanti pada tahun 2017 diangkat menjadi tenaga kontrak oleh Pemda Kab. Kepulauan Selayar.
"Dulunya menjadi tenaga kontrak susah pak, nanti pada saat Pak Basli jadi Bupati Selayar saya baru terangkat menjadi pegawai kontrak. Alhamdulillah sekarng sudah PHL," ungkapnya..
Dia mengaku sangat senang mengetahui dirinya dipilih menjadi salah satu penerima penghargaan Perempuan Berprestasi dan Berjasa dari OASE-Kabinet Indonesia Maju. Namun. Asriati juga merasa sedih tidak dapat menghadiri acara penyerahan tersebut, karena keterlambatan informasi serta terkendala cuaca dan transportasi laut.
Asriati mengetahui hal tersebut setelah mendapat informasi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kepulauan Selayar pada hari Senin, (18/04) sore, sedangkan jadwal pelayaran Kapal Pelni Senin pagi.
“Saya cari tumpangan kapal kayu namun tidak ada yang berangkat, ada kapal berangkat tapi kembali lagi karena besar ombak, cuaca beberapa ini hari hujan terus. Jadi terpaksa saya batal berangkat, waktunya juga sudah mepet, acara puncaknya kamis, gladinya hari rabu kemarin,” ungkapnya.
Walaupun gagal hadiri acara puncak peringatan Hari Kartini ke-144, Asriati tetap semangat dan bangga serta mengucapkan terima kasih kepada Pemda Kab. Kepulauan Selayar telah memilihnya sebagai perwakilan dari perempuan-perempuan hebat Selayar mendapatkan penghargaan sebagai Perempuan Berprestasi dan Berjasa dari OASE-Kabinet Indonesia Maju.













