KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memastikan Pemerintah Kota Makassar akan segera melakukan job fit atau uji kesesuaian jabatan sekaligus evaluasi kinerja pejabat di awal tahun.
Langkah ini disertai rencana pergeseran camat dan pengisian jabatan strategis yang kosong sebagai bagian dari penyegaran organisasi pemerintahan.
Appi nama karibnya menegaskan, pergeseran pejabat khususnya camat yang akan dilakukan dalam waktu dekat tidak akan mengganggu jalannya pemerintahan di wilayah.
“Dalam waktu dekat camat akan bergeser, dan saya pastikan proses pergeserannya tidak mengganggu jalannya pemerintahan di kecamatan,” ujarnya, Sabtu (03/01).
Ia menjelaskan, mekanisme dan waktu pelaksanaan masih menunggu proses administrasi dari Badan Kepegawaian.
“Terkait prosesnya, kita tinggal tunggu dari BKD seperti apa,” katanya.
Salah satu jabatan yang telah diisi adalah Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Makassar. Jabatan tersebut lowong setelah pejabat sebelumnya memasuki masa purnabakti. Untuk sementara, Wali Kota menunjuk Zainal Ibrahim, yang saat ini menjabat Asisten II Pemkot Makassar, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kadisnaker Makassar.
Surat Keputusan (SK) penunjukan Plt Kadisnaker diserahkan langsung oleh Wali Kota Makassar pada Jumat (2/1) di Media Centre Kantor Wali Kota Makassar, Jalan Ahmad Yani. Penunjukan tersebut, menurut Munafri, didasarkan pada pengalaman dan rekam jejak Zainal yang dinilai mumpuni.
“Dinas Tenaga Kerja ini dinas yang sangat teknis dan langsung berhubungan dengan tenaga kerja serta stakeholder. Dibutuhkan sosok yang senior dan dewasa agar bisa membangun bonding dengan semua pihak. Setelah dipertimbangkan, yang paling tepat adalah Pak Zainal,” jelas Appi.
Untuk mengisi jabatan secara definitif, Pemkot Makassar memastikan proses job fit akan segera dilakukan. Munafri menyebut, uji kesesuaian jabatan juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja pejabat yang saat ini menjabat, seiring adanya pejabat yang memasuki masa pensiun.
“Kita akan review kinerja teman-teman. Bisa jadi ada yang kualitasnya bagus, tapi tidak cocok di tempat sekarang. Ada juga yang potensinya lebih maksimal jika ditempatkan di posisi lain. Jadi kita ingin memastikan kemampuan dan jabatan benar-benar matching,” ungkapnya.
Selain job fit pejabat eselon II, Munafri kembali menegaskan rencana rotasi camat akan tetap berjalan sesuai prosedur dan menunggu tahapan dari BKPSDM.
“Tentu kita memastikan seluruh proses dilakukan sesuai aturan dan tetap menjaga stabilitas layanan pemerintahan di tingkat kecamatan,” Pungkasnya.














