KabarMakassar.com — Founder Bosowa Corporindo, H.M. Aksa Mahmud, resmi menjadi pemegang saham mayoritas PT Fajar Indonesia Corporindo (FIC) setelah menguasai sekitar 49,88 persen saham perusahaan.
Pengambilalihan saham tersebut disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT FIC yang berlangsung di Fajar Graha Pena, Jumat (24/7).
Aksa Mahmud mengambil alih saham milik PT Jawa Pos Jaringan Media Nusantara (JJMN) sebesar 40,5 persen dan saham milik Dorothea Samola sebesar 5,6 persen. Saham tersebut kemudian digabungkan dengan kepemilikan saham Aksa sebelumnya di PT FIC.
Aksa bukan sosok baru dalam perjalanan perusahaan media tersebut. Ia telah menjadi salah satu pemegang saham sejak Harian Fajar didirikan pada 1981, bersama Jusuf Kalla dan Alwi Hamu. Namun, selama ini kepemilikan sahamnya masih tergolong minoritas.
“Saya bertiga ini sejak awal ada saham di FAJAR. Memang saya paling sedikit, cuma 3,75 persen saja. Terus Pak JK itu 5,6 persen, dan Pak Alwi yang paling tinggi. Nah, begitu masuk Jawa Pos, saham Jawa Pos yang paling tinggi,” ujar Aksa saat jumpa pers di Penna de La Ville, Graha Pena.
Sebelum mengambil alih saham PT JJMN, Aksa mengaku telah menghubungi putra Alwi Hamu, Agussalim Alwi Hamu, dan menawarkan agar saham Jawa Pos tersebut dibeli oleh keluarga Alwi.
Namun, karena belum memperoleh kesanggupan hingga mendekati batas waktu transaksi, Aksa akhirnya memutuskan mengambil alih saham tersebut.
“Karena Jawa Pos kasih waktu sampai tanggal 6, maka tanggal 5 saya telepon Agus, belilah itu saham Jawa Pos. Tapi Agus bilang belum bisa. Ya sudah saya saja yang ambil supaya kita tetap bersama-sama,” ungkap Aksa.
Aksa mengaku pengambilalihan saham mayoritas PT FIC tidak masuk dalam rencana bisnisnya. Keputusan tersebut diambil untuk mempertahankan kebersamaan para pendiri dan menjaga keberlanjutan perusahaan.
“Cuma karena sejak awal kami bertiga ini bersama-sama, ya lebih baik kita ambil saja. Supaya kita tetap sama-sama terus,” ucapnya.
Menurut Aksa, perusahaan-perusahaan yang dirintis bersama Alwi Hamu kini telah memasuki masa regenerasi. Pengelolaan bisnis mulai dilanjutkan oleh generasi kedua, sedangkan usaha keluarga Jusuf Kalla telah memasuki generasi ketiga.
Penguatan kepemilikan saham di PT FIC disebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan para pendiri sekaligus memastikan perusahaan terus berkembang di bawah generasi penerus.
“Pak JK yang masuk generasi ketiga. Jadi awal berdirinya FAJAR dulu, memang kami berikan tanggung jawab ke Alwi untuk mengurusi, karena dia rajin menulis dan punya waktu. Saya sama Pak JK sudah terikat di organisasi bisnis, makanya kami serahkan FAJAR ke Alwi,” terangnya.
RUPSLB PT FIC turut dihadiri sejumlah pemegang saham, di antaranya Direktur Utama PT JJMN Suhendro Boroma, Agussalim Alwi Hamu yang mewakili saham Alwi Hamu, Maesa Samola mewakili saham Dorothea Samola, H. Syamsu Nur, serta H.A. Syafiuddin Makka.
