KabarMakassar.com — Sebanyak 393 jemaah calon haji (JCH) yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 13 Embarkasi Makassar asal Provinsi Maluku Utara (Malut) terbang ke tanah suci pada Sabtu (10/05) dini hari.
Adapun 393 jemaah yang diberangkatkan terdiri dari 286 jemaah asal Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Utara dan Kota Tidore Kepulauan serta 7 petugas kloter yang terbang ke Tanah Suci pada pukul 01:50 WITA
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe mengingatkan jemaah untuk senantiasa menjaga kesabaran karena pelaksanaan ibadah haji waktunya panjang dan melelahkan.
“Selain kita bersyukur atas kesempatan yang Allah berikan memenuhi panggilan-Nya. Bekal yang paling utama adalah sabar. Insya Allah kalau kita sabar semuanya akan lancar,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran fisik.
“Haji semua harus dengan fisik, karena itu fisiknya harus prima, fisiknya harus bagus, kalau fisiknya bagus Insya Allah seluruh rangkaian ibadah haji dapat dilakukan dengan baik,” katanya.
Wagub pun berharap jemaah bisa mandiri dan tidak bergantung kepada petugas kloter yang jumlahnya terbatas.
“Meskiipun ada petugas yang akan melayani namun jumlahnya terbatas. Mereka tidak akan sanggap melayani semua jemaah. Butuh kemandirian untuk bisa melakukan sendiri,” harapnya.
Terakhir, Sarbin Sehe berpesan agar jemaah dalam melaksanakan ibadah haji mengutamakan yang rukun dan wajib dibandingkan yang sunnat.
“Kurangi ziarah, kita fokus sehingga mengutamakan rukun dan wajib haji dari pada ziarah dan umrah yang berulang-ulang, Tolong jaga kebersamaan, jaga nama baik Maluku Utara, jaga nama baik Embarkasi Makassar dan nama baik Indonesia, Insya Allah pergi utuh, pulang juga utuh dan hajinya mabrur,” pungkasnya.
Diketahui, provinsi Maluku Utara musim haji 1446 H / 2025 M memberangkatkan 1.073 jemaah dalam tiga kloter yaitu 13, 15 dan 17.
Adapun total jemaah Embarkasi Makassar yang telah diberangkatkan hingga kloter 13 per tanggal 10 Mei 2025 sebanyak 5.101 jemaah dari tiga provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan dan Maluku Utara.














