kabarbursa.com
kabarbursa.com

Polisi Tangkap Satu Pelaku Baru dalam Kasus Penculikan Remaja di Bone

Polda Sulsel Ringkus Komplotan Hipnotis dengan Modus Pengobatan Batu Delima
Ilustrasi tahanan (Dok : KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Polisi kembali menangkap tersangka baru dalam kasus penculikan seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), NA (14) di Kabupaten Bone. Kini pelaku menjadi lima ornag dengan peran yang berbeda-beda.

“Tambahan terduga pelaku menjadi 5 orang yakni MAA,” kata Kasubsi PIDM Sihumas Polres Bone, Iptu Rayendra Muchtar dalam keterangan tertulis, Rabu (16/07).

Diketahui sebelumnya, para pelaku yang diamankan masing-masing berinisial HJ (76) seorang pensiunan ASN, APR (56), AD (55), dan S (60) yang merupakan tetangga korban.

Rayendra mengungkapkan bahwa MAA berperan untuk membantu pelaku utama membawa motor korban, setelah korban naik di atas mobil.

“MAA berperan mengambil kunci motor korban, lalu membawa motor korban, pada saat korban sudah dibawa keatas mobil,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya mereka yang telah menculik seorang remaja, kini dijerat Pasal 83 Jo Pasal 76F UU RI No. 35 Tahun 2014, perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke – 1e jo pasal 56 ke 1e KUHPidana.

Sebelumnya diberitakan, polisi mengungkap motif empat pelaku yang menculik seorang remaja inisial NA (14) di Kabupaten Bone, akibat salah satu pelaku dan juga merupakan tetangga korban inisial S (60) ditolak cintanya oleh korban.

“Iya benar, motifnya S suka dengan korban namun ditolak,” kata Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvi Aji Kurniawan, Rabu (16/07).

Diketahui keempat pelaku, yakni S (60), HJ (76) pensiunan ASN, APR (56) dan AD (55) ibu rumah tangga, mereka melancarkan aksinya pada Senin (14/7) kemarin, sekitar 09.30 WITA, saat korban ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor.

Namun, ditengah jalan para pelaku datang dengan mengendarai sebuah mobil langsung mencegat dan memaksa korban untuk masuk ke dalam mobil tersebut.

“Setelah didapatkan laporan kejadian tersebut, kita langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap para pelaku sore harinya,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengungkap bahwa pelaku utama yakni S yang merupakan tetangga korban.

Pria lanjut usia (lansia) tersebut, nekad menculik korban yang merupakan pelajar SMP, dikarenakan korban menolak cintanya begitupun pihak keluarga korban.

“Dia nekat melakukan aksinya karena jatuh cinta terhadap korban. Tapi ditolak dan pihak keluarga tidak sepakat,” jelasnya.

error: Content is protected !!