kabarbursa.com
kabarbursa.com

Janjian Lewat Medsos, Geng Motor di Makassar Live TikTok saat Tawuran

Janjian Lewat Medsos, Geng Motor di Makassar Live TikTok saat Tawuran
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana saat memberikan keterangan pers (Dok: Atri KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana mengungkapkan komplotan anggota geng motor saat ini, melakukan aksi tawuran dengan menggunakan media sosial untuk menyebarkan video tawurannya.

Arya mengatakan bahwa komplotan geng motor tersebut, telah membuat perjanjian untuk menentukan lokasi sebelum melakukan tawuran melalui media sosial dengan kode COD.

“Tawuran antar kelompok ini, sekarang ini diakukan secara di media sosial. Mereka melakukan namanya COD, COD itu janjian antar satu kelompok dengan geng motor lain melalui media sosial,” kata Arya di Polrestabes Makassar, Jumat (13/06).

Menurut Arya tawuran yang dilakukan para komplotan geng motor ini terinspirasi dari media sosial. Lalu mereka lakukan perjanjian di media sosial, sehingga tawuran antar geng motor bisa sampai dengan wilayah lain.

“Nah mereka tahu ini dari mana? Dari TikTok, dari Instagram, dari Facebook. Mereka lalu bikin janjian, janji ketemu untuk melakukan tawuran,” sebutnya.

Bahkan, kata Arya, komplotan geng motor ini dengan sengaja melakukan siaran langsung melalui media sosial saat aksi tawuran itu berlangsung, kemudian videonya disebar ke publik.

“Ketika mereka melakukan tawuran mereka live di TikTok atau live di FB dan Instagram Dan rekamannya pun mereka share,” ungkapnya.

“Nah ini ketika mereka share dengan anak-anak lain yang lalu menginspirasi. Yang menginspirasi anak-anak lainnya untuk melakukan tawuran juga,” tambahnya.

Polrestabes Makassar mengimbau kepada masyarakat agar tetap bijak dalam menggunakan sosial media, terutama kepada orang tua untuk dapat mengawasi penggunaan handphone terhadap anak-anak merek.

“Nah ini yang kami selalu himbau kepada rekan-rekan mahasiswa, pelajar, juga untuk orang tua untuk selalu mengawasi penggunaan media sosial, jangan sampai dilakukan untuk hal-hal seperti ini,” imbuhnya.

Selain itu, Arya juga menyampaikan bahwa setiap anak dibawah umur yang melakukan tawuran akan diberikan ketegasan dengan memajang fotonya melalui media sosial dan pengakuan video.

“Setiap anak-anak yang melakukan tawuran dan tidak ada barang bukti Memang akan kami pulangkan. Tetapi apabila tertangkap untuk kedua kalinya maka akan kami posting foto nya di media sosial. Dengan pengakuan video dari yang tersangkutan termasuk pernyata yang diketahui oleh RT RW setempat,” pungkasnya.

error: Content is protected !!