kabarbursa.com
kabarbursa.com

Dugaan Pemukulan oleh Anggota Polisi Picu Tawuran Antarwarga di Luwu

Dugaan Pemukulan oleh Anggota Polisi Picu Tawuran Antarwarga di Luwu
Ilustrasi (Dok : KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Saling serang antar kelompok terjadi di dua Desa di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Perang antar warga tersebut diduga akibat seorang oknum polisi, Bripka R memukul seorang pemuda berusia 19 tahun.

“Iya, diduga Bripka R anggota Sabhara Polres Palopo memukul anak inisial EN (19), sehingga memicu dua desa tawuran,” kata Kasi Humas Polres Luwu, Iptu Yakobus Rimpung, Senin (13/10).

Peristiwa ini bermula ketika anak Bripka R, inisial LF (16) diduga dipukul oleh orang tak dikenal, sehingga oknum polisi tersebut emosi dan mendatangi lokasi anaknya dipukul.

Saat dilokasi kejadian, Bripka R menemukan sejumlah remaja yang sementara berkumpul di Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua. Tanpa basa-basi Bripka R langsung memukul EN hingga memicu tawuran antar desa, pada Sabtu (11/10) sekitar pukul 20.00 WITA.

“Puluhan pemuda Desa Tanarigella melakukan penyerangan ke rumah Kepala Desa Padang Kalua. Kemudian warga keluar dan melakukan aksi balasan hingga terjadi tawuran,” ungkapnya.

Dalam aksi saling serang antar desa ini, kata Yakobus, satu unit sepeda motor milik seorang remaja dibakar akibat terjebak saat melintas di lokasi tawuran.

“Korban panik dan meninggalkan sepeda motornya di lokasi dan dibakar warga Desa Padang Kalua, karena diduga pemiliknya warga Desa Tanarigella,” jelasnya.

Tak hanya itu, bahkan aparat kepolisian yang datang dilokasi untuk melerai dua desa tersebut, juga menjadi sasaran pelemparan massa hingga kaca depan mobil patroli Polsek Bua pecah.

“Tim dari Polres Luwu turun ke lokasi dan langsung membubarkan aksi tawuran tersebut, sehingga situasi saat ini dapat dikendalikan dan kondusif,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Jody Dharma mengatakan meski sempat terjadi saling serang, kedua desa telah dimediasi, sementara kasus pemukulan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kita mediasi tujuannya untuk mendamaikan permasalahan tadi malam. Saya minta warga dua desa tetap aman di Kecamatan Bua,” kata Jody.

error: Content is protected !!