KabarMakassar.com — Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Selatan bersama Polres Parepare berhasil membongkar jaringan penyelundupan narkoba melalui Pelabuhan Parepare. Satu pelaku diamankan dan terancam hukuman mati.
Direktur Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol M Eka Faturahman mengungkaokan bahwa wilayah pelabuhan di Kota Parepare paling banyak ditemukan barang bukti narkotika, namun jumlah tersangka paling banyak terungkap di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan beberapa pelabuhan lainnya.
“Barang bukti memang paling banyak sekitar Pelabuhan Parepare. Namun untuk tersangka, paling banyak di Makassar, Gowa, dan pelabuhan,” ujar Eka kepada wartawan, Selasa (30/09).
Menurut Eka bahwa lokasi pelabuhan Parepare memang menjadi pintu utama penyelundupan barang haram tersebut.
“Tujuan penyelundupan ini sebenarnya untuk seluruh wilayah hukum Polda Sulsel, bukan hanya Parepare. Kami masih mengembangkan informasi lainnya apakah barang masuk juga dari pelabuhan Makassar, Bulukumba, dan lainnya. Namun, selama ini rata-rata masuk melalui Pelabuhan Parepare,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Parepare Akbp Indra Waspada Yuda mengatakan bahwa pelakh berinisial AB yang ditangkap merupakan kurir dari seorang pria berinisial A, asal Samarinda, Kalimantan Timur.
Diketahui, tersangka berangkat menggunakan Kapal KM Aditiya dan tiba di Pelabuhan Parepare pada Jumat, 5 September 2025. Ia juga mengaku baru pertama kali melakukan pengiriman melalui Pelabuhan Parepare.
“Sebanyak 44 bungkus narkoba dimasukkan dalam dua karung warna putih,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku dijanjikan upah sebesar Rp8 juta per bungkus. Namun, upah tersebut belum sempat diterima karena tersangka lebih dulu ditangkap.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.
Meski demikian, kata Eka pihaknya masih mengembangkan kasus ini untuk memburu pria berinisial A yang memberikan perintah kepada tersangka.
“Masih dalam proses pengembangan. Rencananya akan dibawa ke Pinrang. Soal kemungkinan jaringan internasional, masih kami dalami,” pungkasnya.













