KabarMakassar.com — Cacingan disebabkan karena masalah kebersihan lingkungan dan pribadi. Kondisi tersebut menyebabkan parasit terutamanya cacing mampu menginfeksi tubuh. Tidak hanya anak-anak, kondisi cacingan juga dapat menyerang orang dewasa.
Sakit perut, diare, mual, muntah, tidak nafsu makan, hingga penurunan berat badan merupakan gejala umum yang dirasakan oleh penderita cacingan. Penyakit cacingan, jika tidak diobati dengan benar maka dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih berat.
Kebersihan diri yang tidak terjaga atau lingkungan yang kotor menjadi faktor utama penyebab cacingan, terutama di lingkungan dengan sanitasi yang buruk. Selain itu, faktor seperti kekebalan tubuh, kebiasaan cuci tangan serta konsumsi makanan mentah atau setengah matang turut berperan sebagai penyebab cacingan.
Dilansir dari Alodokter yang merupakan mitra resmi Kementerian Kesehatan, terdapat beberapa jenis cacing yang menyebabkan cacingan yaitu:
1. Cacing tambang
Cacing tambang dewasa, yang panjangnya sekitar 5 sampai dengan 13 milimeter, serta larva cacing tambang atau cacing yang baru menetas dapat menyebabkan infeksi cacingan. Cacing ini dapat menembus kulit, seperti melalui telapak kaki yang tidak terlindungi kemudian masuk ke sirkulasi darah untuk berpindah ke paru-paru juga tenggorokan. Apabila tertelan, cacing tambang akan memasuki saluran pencernaan dan menetap di usus halus.
Infeksi cacing tambang dapat terjadi melalui kontak fisik dengan tanah yang mengandung larva dan cacing dewasa, atau melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi telur dan larva cacing. Infeksi ini masih umum di daerah dengan iklim tropis dan lembap serta sanitasi yang buruk, seperti di Indonesia.
2. Cacing pita
Cacing pita yang juga dikenal sebagai Cestoda dapat dikenali dari bentuknya yang menyerupai pita, dengan tubuh yang pipih dan terdiri dari segmen-segmen atau ruas-ruas. Cacing pita dewasa memiliki kemampuan untuk tumbuh hingga mencapai panjang 25 meter dan dapat bertahan hidup dalam tubuh manusia selama sekitar 30 tahun.
Infeksi cacing pita bisa terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan tinja atau tanah yang mengandung telur cacing, kemudian telur-telur tersebut bisa berpindah ke mulut saat seseorang makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
Kondisi lainnya adalah cacing pita juga bisa masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh telur cacing. Risiko infeksi meningkat apabila seseorang makan daging babi, sapi, atau ikan yang belum dimasak dengan baik atau masih mentah.
3. Cacing gelang
Cacing gelang memiliki ukuran cukup besar dengan panjang mencapai sekitar 10 sampai dengan 35 cm. Cacing gelang dapat memasuki tubuh manusia melalui kontak dengan tanah yang telah terkontaminasi oleh telur cacing tersebut.
Setelah telur cacing gelang masuk ke dalam tubuh, mereka akan menetas di dalam usus dan kemudian menyebar melalui sistem peredaran darah atau saluran getah bening. Proses penyebaran tersebut membawa cacing ke berbagai organ tubuh lain, seperti paru-paru atau saluran empedu.
4. Cacing kremi
Cacing kremi berwarna putih serta memiliki tekstur yang halus, umumnya memiliki panjang sekitar 5 sampai dengan 13 milimeter. Infeksi oleh cacing kremi paling sering terjadi pada anak-anak yang sedang dalam usia sekolah. Infeksi ini biasanya terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan juga minuman yang sudah terkontaminasi oleh parasit cacing kremi.
Selain itu, cacing kremi juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui tangan yang tidak bersih dan jarang dicuci. Setelah telur cacing kremi masuk ke usus, mereka akan berkembang menjadi cacing dewasa dalam waktu beberapa minggu.
Apabila telur cacing kremi mencapai area anus dan digaruk, telur tersebut bisa berpindah ke jari-jari tangan. Tanpa disadari, jari-jari tangan yang telah terkontaminasi tersebut dapat menyentuh berbagai permukaan benda atau orang lain, yang berpotensi menularkan infeksi dan menyebabkan cacingan pada anak-anak serta orang dewasa.
Untuk mencegah infeksi cacingan, terdapat beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan:
1. Menjaga kebersihan tangan
Penting untuk selalu mencuci tangan secara teratur, terutama setelah menggunakan kamar kecil dan sebelum makan atau mempersiapkan makanan. Menggunakan cairan desinfektan juga disarankan dalam menjaga kebersihan tangan ketika diperlukan.
2. Membersihkan buah dan sayur
Sebelum anda memasak, pastikan untuk mencuci buah dan sayur dengan bersih untuk menghilangkan kotoran dan kemungkinan kontaminasi parasit.
3. Memasak makanan sampai matang
Pastikan semua makanan yang anda masak terutama sumber protein seperti daging dan ikan, dimasak dengan suhu yang cukup untuk memastikan kematangan dan membunuh parasit yang mungkin ada.
4. Mengonsumsi air yang aman
Pilihlah air putih yang telah matang atau air kemasan yang terjamin kebersihannya untuk menghindari kontaminasi oleh parasit.
5. Kelola kotoran hewan
Segera buang kotoran hewan peliharaan ke tempat sampah dengan menggunakan masker dan sarung tangan untuk menghindari kontak langsung dengan parasit.
6. Gunakan alas kaki
Selalu gunakan alas kaki saat berada di luar rumah untuk melindungi kaki dari kemungkinan paparan telur atau larva cacing. Simpanlah alas kaki yang digunakan untuk aktivitas luar ruangan di luar rumah untuk mencegah kontaminasi di dalam rumah.












