kabarbursa.com
kabarbursa.com

Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.180, BI Buka Peluang Turunkan Suku Bunga

Rupiah Dibuka Stagnan di Rp16.215, Dolar AS Masih Perkasa
Ilustrasi Rupiah (Dok : KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Nilai tukar rupiah mengakhiri pekan ini dengan penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Refinitiv, Jumat (04/07), rupiah ditutup di level Rp16.180 per dolar AS, naik 0,03% dibandingkan posisi penutupan kemarin.

Secara mingguan, rupiah tercatat menguat 0,12%, menunjukkan tren stabil di tengah dinamika global dan domestik.

Penguatan mata uang Garuda terjadi seiring dengan penurunan indeks dolar AS (DXY) yang melemah 0,24% ke posisi 96,94 pada pukul 16.00 WITA.

BI Buka Peluang Turunkan Suku Bunga

Salah satu sentimen positif datang dari pernyataan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, yang mengindikasikan adanya ruang untuk penurunan suku bunga BI Rate dalam waktu dekat.

“Kami masih ada ruang menurunkan BI Rate ke depan seiring dengan inflasi yang rendah dan salah satunya juga mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (03/07).

Saat ini, suku bunga acuan Bank Indonesia berada di level 5,50%, suku bunga Deposit Facility 4,75%, dan suku bunga Lending Facility 6,25%.

Perry juga memperkirakan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.000–Rp16.500 per dolar AS hingga akhir tahun, sejalan dengan fundamental ekonomi nasional yang dinilai tetap kuat serta tren penguatan nilai tukar saat ini.

Faktor Global: Data Ketenagakerjaan AS dan The Fed

Dari sisi global, rilis data non-farm payrolls (NFP) di Amerika Serikat menjadi perhatian utama.

Sepanjang Juni 2025, NFP tercatat bertambah 147.000, melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan penambahan 110.000 tenaga kerja.

Kinerja positif ini menahan spekulasi pasar bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas suku bunga, sehingga membatasi potensi pelemahan dolar AS dalam jangka pendek.

Rupiah Sempat Melemah di Sesi I

Pada perdagangan sesi pertama Jumat siang, rupiah sempat melemah ke Rp16.201 per dolar AS, atau turun 0,04% dari penutupan sebelumnya. Namun, jelang penutupan perdagangan, rupiah berhasil berbalik arah.

Performa Mata Uang Asia Campur Aduk

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang cenderung bervariasi. Peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam, anjlok 0,39%, diikuti oleh rupee India (-0,15%) dan ringgit Malaysia (-0,13%).

Sebaliknya, yen Jepang mencatat penguatan tertinggi sebesar 0,39%, disusul baht Thailand yang naik 0,23%, dolar Singapura (+0,11%), yuan China (+0,08%), won Korea Selatan (+0,04%), serta dolar Hongkong (+0,005%).

error: Content is protected !!