KabarMakassar.com — Nilai tukar rupiah dibuka menguat atas dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan, Jumat (20/02).
Melansir data Refinitiv, rupiah terapresiasi hingga 0,18 persen ke level Rp16.840 per dolar AS. Penguatan terjadi usai pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup menguat tipis 0,03 persen di level Rp16.870 per dolar AS.
Hal tersebut seiring keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menahan suku bunga acuan di 4,75 persen.
Saat ini, indeks dolar AS (DXY) tercatat terkoreksi tipis 0,01 persen ke level 97,912. Walau begitu, tren dolar masih menunjukkan kekuatan usai perdagangan lalu DXY meningkat 0,23 persen ke posisi 97,925.
Pergerakan rupiah diproyeksikan bakal terpengaruh oleh eksternal, terkhususnya dolar AS yang saat ini tengah menguat.
DXY tengah ada di level terkuatnya dalam sebulan terakhir serta masih berada di jalur kenaikan mingguan lebih dari satu persen.
Kondisi tersebut memperlihatkan pelaku pasar yang tengah memburu aset berdenominasi dolar AS dimana nantinya bisa menekan mata uang negara lain.
Kebijakan bank sentral AS, The Fed juga menjadi penopang penguatan dolar, yang dianggap masih ketat usai risalah rapat terbaru menunjukkan beberapa pejabat membuka ruang kenaikan suku bunga jika inflasi kembali bertahan tinggi.
Pelaku pasar berhati-hati terhadap segala aset berisiko serta mendorong permintaan terhadap dolar.














