kabarbursa.com
kabarbursa.com

Rupiah Menguat Berkat Data Ekonomi AS yang Melemah

Rupiah Terkoreksi 0,21 Persen, Sentimen The Fed Bikin Pasar Gelisah
Ilustrasi Rupiah (Dok : KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Kamis (04/07) kemarin setelah serangkaian data ekonomi AS menunjukkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan.

Pada awal perdagangan Kamis pagi, kurs rupiah naik 40 poin atau 0,24 persen menjadi Rp16.331 per USD dari penutupan sebelumnya sebesar Rp16.371 per USD.

Penguatan ini diperkirakan akan berlanjut, seiring melemahnya dolar AS yang dipicu oleh data ekonomi AS yang lemah serta prospek pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) setelah pernyataan yang lebih dovish dari Kepala The Fed, Jerome Powell.

Probabilitas pemangkasan suku bunga AS mencapai 74,4 persen pada September dan diperkirakan akan terjadi lagi pada Desember 2024.

Data yang mempengaruhi antara lain data pekerjaan ADP yang mencatatkan 150 ribu, lebih rendah dari perkiraan 160 ribu; klaim pengangguran 238 ribu dibanding perkiraan 235 ribu; serta data ISM servis yang mencapai 48,8, lebih rendah dari perkiraan 52,5.

Pada Rabu (03/07) sebelumnya, rupiah juga menguat berkat data inflasi Indeks Harga Belanja Personal (PCE) AS yang turun. Inflasi PCE tumbuh 2,6 persen pada Mei 2024, turun dari 2,7 persen pada April, sementara inflasi inti PCE juga menurun menjadi 2,6 persen dari sebelumnya 2,8 persen.

Prediksi pasar saat ini menunjukkan penurunan Fed Funds Rate terdekat akan terjadi pada pertemuan September 2024 dengan probabilitas sebesar 55 persen. Sementara itu, pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Juli 2024 diperkirakan masih akan mempertahankan FFR pada level 5,5 persen.

Investor masih menunggu hasil pertemuan FOMC pekan ini untuk memperoleh arah kebijakan The Fed yang lebih detail dan mengantisipasi data sektor tenaga kerja AS yang akan dirilis akhir pekan ini.

Data nonfarm payrolls diprediksi sebesar 180 ribu, menurun dari sebelumnya sebesar 272 ribu, sementara tingkat pengangguran AS diprediksi tetap sebesar 4 persen pada Mei 2024.

Secara teknis, dalam jangka pendek rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp16.200 hingga Rp16.400 per USD. Pada perdagangan Rabu pagi, Reny memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp16.375 hingga Rp16.435 per USD.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,24 persen di angka Rp16.325 per USD pada Kamis (4/7/2024), sejalan dengan penguatan rupiah pada Rabu sebesar 0,15 persen. Indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15:51 WIB melemah 0,12 persen menjadi 105,27, lebih rendah dibandingkan posisi kemarin di angka 105,4.

Institute for Supply Management melaporkan bahwa indeks manajer pembelian non-manufaktur (PMI) turun menjadi 48,8 pada bulan lalu, level terendah sejak Mei 2020, dari 53,8 pada Mei.

Ini merupakan kedua kalinya tahun ini PMI turun di bawah 50, yang mengindikasikan kontraksi di sektor jasa. Indeks aktivitas bisnis juga turun ke angka 49,6, yang merupakan kontraksi pertama sejak Mei 2020, dengan pesanan baru dan ketenagakerjaan juga mengalami penurunan.

Penurunan aktivitas bisnis di AS ini berdampak negatif terhadap DXY dan memberikan pengaruh positif terhadap nilai tukar rupiah. Jika aktivitas ekonomi di AS terus melemah, tendensi pemangkasan suku bunga tahun ini akan semakin besar dan tekanan terhadap mata uang Garuda akan semakin minim.

Kurs Rupiah di Bank

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah pada perdagangan pasar spot hari ini, Jumat (05/07). Melansir data Bloomberg, pukul 9.17 WIB rupiah berada pada level Rp 16.341 per dollar AS atau turun 11 poin (0,07 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 16.330 per dollar AS pagi ini terlihat Indeks dollar AS masih dalam tekanan, bergerak di kisaran 105,08.

Padahal pagi sebelumnya sempat bergerak di kisaran 105,30 an. Kondisi rupiah masih karena efek data yang dirilis hari Rabu malam yaitu data ADP Non-farm Payrolls dan data PMI sektor jasa yang lebih rendah dari perkiraan pasar sehingga membuka kembali

Berikut adalah nilai tukar rupiah per USD di lima bank besar pada Jumat (05/07):

  • BRI: Jual Rp16.355, Beli Rp16.330
  • Mandiri: Jual Rp16.345, Beli Rp16.325
  • BNI: Jual Rp16.480, Beli Rp16.200
  • BCA: Jual Rp16.348, Beli Rp16.328
  • CIMB Niaga: Jual Rp16.343, Beli Rp16.332
error: Content is protected !!