kabarbursa.com
kabarbursa.com

Penyaluran Kredit Tembus Rp8.162 Triliun, Segmen Investasi Pimpin Pertumbuhan

Manipulasi Perdagangan Saham Jadi Sorotan, OJK Kenakan Denda Capai Rp240 Miliar
Ilustrasi OJK (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan jika penyaluran kredit per September 2025 berada di level Rp8.162 triliun.

Hal tersebut menandakan nilainya naik sebesar 7,70 persen secara tahunan (yoy). Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, pertumbuhan yang ada pada periode itu juga lebih tinggi sebanyak 58 basis poin (bps).

Kepala Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menuturkan, jika ditinjau dari jenis penggunaan, maka kredit investasi tumbuh paling tinggi yaitu sebesar 15,18 persen (yoy).

“Kemudian diikuti oleh kredit konsumsi sebanyak 7,42 persen (yoy), kredit modal kerja 3,37 persen (yoy), dan kualitas kredit terjaga dengan NPL gross sebanyak 2,24 persen dan net 0,87 persen,” ujarnya, dikutip Selasa (04/11).

Ia menyebut, kredit berisiko (LAR) realtif stabil di angka 9,4 persen dengan dana pihak ketiga (DPK) bank tumbuh sebesar 11,18 persen menjadi Rp9.695 triliun.

“Giro naik 14,58 persen, tabungan juga naik menjadi 6,45 persen begitu pula dengan deposito yang naik sebanyak 12,37 persen,” terangnya.

Dia mengatakan ketahanan perbankan RI masih terjaga kuat dengan tingkat permodalan (CAR) per September 2025 dimana nilainya berada di level tinggi atau mencapai 26,15 persen. Dimana likuiditas perbankan per September tetap memadai dengan LDR 84,19 persen.

“AL NCD sebesar 130,47 persen sementara AL DPK 29,3 persen, jauh di atas threshold masing-masing 50 persen dan 10 persen,” tuturnya.

error: Content is protected !!