kabarbursa.com
kabarbursa.com

OJK Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Luwu Raya Melalui Kolaborasi Multi Pihak

OJK Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Luwu Raya Melalui Kolaborasi Multi Pihak
Edukasi keuangan yang diselenggarakan oleh OJK Sulselbar bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan sektor jasa keuangan (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) gandeng Pemerintah Kabupaten, Sektor Jasa Keuangan gelar edukasi keuangan kepada masyarakat di Kabupaten Luwu Timur, Luwu Utara, dan Luwu.

Sasaran peserta dari pelaksanaan kegiatan tersebut diantaranya adalah para pelajar, camat, lurah atau kepala desa, dan juga kaum perempuan.

Kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari mulai dari 22 sampai dengan 24 Juli ini merupakan wujud implementasi program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan).

Sekaligus menjadi rangkaian Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2025, yang terdiri dari kegiatan edukasi keuangan kepada pelajar SMA Negeri 1 Luwu Timur dan SMK Negeri 1 Luwu Timur, Pelajar SMA Negeri 1 Luwu Utara, Pelajar SMA Negeri 3 Luwu, camat, lurah, kaum perempuan dan kepala desa se-Kabupaten Luwu.

Terpisah, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin menyampaikan harapan terhadap kegiatan edukasi keuangan yang telah dilaksanakan.

“Semoga kegiatan ini dapat mendorong masyarakat dalam memahami produk dan layanan jasa keuangan, sehingga terbangun kepercayaan terhadap sektor keuangan formal,” ucap Muchlasin berdasarkan keterangan yang diterima, Senin (28/07).

“Selain itu melalui kolaborasi antara pemangku kepentingan, kegiatan literasi keuangan yang kuat dapat menjadi fondasi dalam menciptakan masyarakat yang cerdas finansial, mandiri secara ekonomi, dan terlindungi secara keuangan,” tuturnya.

Bupati Kabupaten Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan edukasi keuangan kepada camat, lurah dan kepala desa.

Hal ini dinilai sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman para pimpinan wilayah terhadap isu-isu keuangan, terutama dalam mendeteksi dan mewaspadai aktivitas keuangan ilegal yang dapat merugikan masyarakat.

“Harapannya agar kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Perkembangan digitalisasi menyebabkan pelajar menjadi rentan, karena itu para kepala sekolah berterima kasih atas kegiatan literasi keuangan yang diselenggarakan OJK,” imbuhnya.

Dimana agenda yang digelar tersebut menjadi bentuk pembekalan bagi pelajar terkhususnya dalam pengelolaan keuangan, memahami risiko transaksi digital, dan menghindari godaan judi online yang sedang marak.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi yang cerdas secara finansial dan bijak dalam mengambil keputusan,” pungkasnya.

error: Content is protected !!