kabarbursa.com
kabarbursa.com

Danantara Beberkan Karakteristik Saham Gorengan yang Perlu Diwaspadai

Danantara Beberkan Karakteristik Saham Gorengan yang Perlu Diwaspadai
Ilustrasi saham (Dok: Int)

KabarMakassar.com — Saham gorengan menjadi topik hangat yang berkembang di tengah masyarakat. Menanggapi hal itu, Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir buka suara dan menyampaikan karakteristik dari saham gorengan yang dianggap sebagai bentuk kejahatan dalam pasar modal.

Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang merupakan lembaga riset keuangan yang menerbitkan indeks dan data pasar saham dan menjadi acuan investor di seluruh dunia mencermati indikasi keberadaan saham yang pergerakannya dinilai tidak wajar di Bursa Efek Indonesia.

“Kebanyakan dari sisi investor atau MSCI menyebutnya sebagai univestability atau tidak layak di investasikan. Karena mungkin secara valuasi amat tinggi,” ucapnya, Minggu (01/02).

Ia menyebut jika saham gorengan tidak wajar dari segi enterprise value to sales karena nilainya terlalu tinggi. Rasio enterprise value to sales membandingkan seluruh valuasi perusahaan dengan pendapatan dari kegiatan bisnisnya yang berguna dalam mengukur apakah saham termasuk murah atau mahal.

Selain itu, adapula indikator seperti Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) yang melampaui kisaran normal. EBITDA mengukur keuntungan suatu perusahaan sebelum dikurangi biaya pajak, depresiasi bunga dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, indikator berikutnya adalah Price to Earnings Ratio atau PER yang tidak lazim. PER membandingkan harga saham sekarang dengan keuntungan bersih dari setiap lembar saham suatu perusahaan.

Perbandingan itu dipakai dalam menghitung apakah saham terkait tergolong klasifikasi mahal atau murah.

“Contohnya, dari EV to Sales, EV to EBITDA atau Price to Earnings Ratio yang amat tinggi apakah itu masuk akal,” ujarnya.

Dia mengatakan, sejumlah investor asing mencurigai valuasi PER yang tidak wajar. Walau begitu, Pandu menyebut agar tidak membenci para invetor dan mengajak seluruh pihak agar turut menciptakan pasar modal Indonesia yang lebih baik.

“Kami hendak melakukan investment, perusahaan-perusahaan mempunyai fundamental yang amat baik, perusahaan yang sangat baik dengan valuasi menarik serta likuiditas yang bagus,” tuturnya.

error: Content is protected !!