KabarMakassar.com — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) optimis ekonomi di Sulsel dapat stabil di tahun 2026 meski dihadapkan dengan berbagai tantangan.
BI Sulsel memprediksi ekonomi Sulsel bisa stabil di kisaran angka 5 sampai 5,8 persen dengan bercermin pada triwulan IV 2025 sebelumnya yaitu 5,9 persen.
Hal itu didorong Konsumsi Rumah Tangga dan PMTB. Kemudian dari sisi Lapangan Usaha, ditopang LU Pertanian, Konstruksi, Perdagangan, dan Industri Pengolahan, sementara LU Pertambangan tumbuh lebih rendah.
Kendati begitu, BI Sulsel mewanti-wanti tantangan saat ini, di mana kondisi ekonomi global dan domestik yang masih dinamis, termasuk tantangan pada sisi investasi serta belum optimalnya kinerja beberapa lapangan usaha utama.
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menyampaikan bahwa terdapat beberapa tantangan yang perlu menjadi perhatian, terutama terkait investasi dan kinerja sejumlah sektor usaha.
“Tingkat efisiensi investasi yang masih relatif rendah. Hal ini tercermin dari Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang masih lebih tinggi dibandingkan negara tetangga,” ujarnya, Jumat (20/02).
“ICOR Indonesia masih lebih tinggi dibanding Malaysia dan Vietnam. Ini menunjukkan bahwa investasi di dalam negeri, belum sepenuhnya efisien,” tambahnya
Meski efisiensi investasi di Sulsel menunjukkan tren perbaikan dalam beberapa tahun terakhir, ketergantungan pada pembiayaan tertentu serta perlambatan belanja pemerintah daerah berpotensi menahan laju Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) ke depan.
Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi Sulsel tetap stabil seiring konsumsi rumah tangga yang masih jadi penopang utama.
BI Sulsel memprediksi Inflasi Sulsel pada 2026 juga diperkirakan tetap terkendali dalam sasaran 2,5 ±1 persen, seiring penguatan koordinasi pengendalian inflasi dan menjaga pasokan pangan.
“Selama daya beli masyarakat terjaga dan inflasi tetap terkendali, konsumsi domestik akan terus menopang pertumbuhan ekonomi Sulsel,” paparnya.
Rizki menyampaikan bahwa BI Sulsel akam mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga keuangan untuk mempercepat realisasi belanja produktif, memperbaiki kualitas infrastruktur, serta mendorong diversifikasi ekonomi.
“Perbaikan infrastruktur dasar dan peningkatan efisiensi investasi menjadi kunci agar potensi ekonomi Sulsel bisa dimaksimalkan pada 2026 dan seterusnya,” tuturnya.












