KabarMakassar.com — Gemerlap cahaya api dari ratusan bambu obor membelah kegelapan malam di Desa Bangkala Loe, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Tradisi arak-arakan obor ini digelar meriah oleh warga setempat dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Sabtu (21/2) malam.
Sambil melantunkan selawat dan puji-pujian kepada Allah SWT, iring-iringan warga yang terdiri dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua berjalan kaki berkeliling kampung. Suasana religius yang kental bercampur dengan kegembiraan terpancar dari wajah para peserta yang antusias menyambut bulan penuh ampunan.
Arak-arakan ini bukan sekadar seremoni rutin. Bagi warga Desa Bangkala Loe, cahaya obor memiliki makna filosofis sebagai simbol penerangan jiwa dan semangat baru dalam menjalani ibadah puasa sebulan penuh.
Salah seorang warga Desa Bangkala Loe, Rais Al Jihad, mengungkapkan bahwa tradisi ini merupakan bentuk sukacita kolektif yang sudah diwariskan secara turun-temurun untuk menjaga silaturahmi antarwarga.
“Aksi arak-arakan obor ini adalah wujud kegembiraan kami menyambut tamu agung, bulan suci Ramadan. Kami berkeliling kampung untuk menyebarkan syiar Islam sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga desa,” ujar Rais Al Jihad saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Meskipun zaman kian modern, warga Desa Bangkala Loe tetap memilih menggunakan obor tradisional yang terbuat dari bambu dan minyak tanah.
Hal ini dilakukan untuk menjaga keaslian tradisi dan memberikan edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya merayakan hari besar keagamaan dengan cara yang bermakna.
“Kami ingin anak-anak kita tidak hanya tahu Ramadan dari gadget saja, tapi merasakan langsung kemeriahannya lewat tradisi seperti ini. Ini adalah tentang rasa syukur dan semangat beribadah,” tambah Rais.
Kegiatan yang melibatkan massa cukup banyak ini berlangsung dengan aman dan tertib. Warga tetap berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat untuk memastikan jalur yang dilalui tidak mengganggu akses transportasi umum.
Setelah berkeliling kampung, rombongan warga berkumpul di titik akhir untuk melaksanakan doa bersama, memohon keberkahan dan kekuatan agar diberikan kelancaran dalam menunaikan ibadah puasa selama satu bulan ke depan.
Tradisi arak-arakan obor di Desa Bangkala Loe ini pun diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai ikon wisata religi dan budaya di Kabupaten Jeneponto yang selalu dinantikan setiap tahunnya.














