KabarMakassar.com — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) STIM-LPI Makassar menggelar aksi demonstrasi di Jalan Perintis Kemerdekaan Tamalanrea Jaya Kota Makassar pada Selasa (28/10).
Aksi demonstrasi dilakukan sebagai bentuk peringatan Hari Sumpah Pemuda. Massa aksi menyoroti isu-isu krusial seperti pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan dugaan korupsi di sejumlah kementerian dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Koordinator Lapangan Aksi, Khaerul Azmi mengatakan bahwa massa aksi membawa spanduk, poster, dan pernyataan sikap yang ditujukan kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Para massa aksi mendesak dan mendukung penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dugaan penerimaan gratifikasi di Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Selain itu, mass aksi juga mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera mencopot Menteri Pertanian apabila terbukti terlibat dalam kasus korupsi, serta mencopot Menteri BUMN jika terbukti terlibat dalam praktik serupa.
“Kami juga menyatakan dukungan penuh kepada KPK dalam mengusut tuntas kasus korupsi di lingkungan BUMN, termasuk mendesak agar KPK segera menyelidiki dugaan korupsi di BUMN Permodalan Nasional Madani (PNM) maupun BUMN lainnya,” ungkapnya
Azmi menyebut aksi demonstrasi yang dilakukan di momentum Sumpah Pemuda sebagai momentum perubahan.
Menurutnya, aksi yang dilakukan bukan sekadar demonstrasi, melainkan bentuk refleksi terhadap nilai-nilai Sumpah Pemuda yang menekankan persatuan, keadilan, dan keberanian dalam menyuarakan kebenaran.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pemuda hari ini tidak tinggal diam. Kami peduli terhadap masa depan bangsa dan ingin memastikan bahwa institusi negara bebas dari korupsi,” ujar Khaerul Azmi.
Ia menegaskan bahwa peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan sosial di tengah tantangan demokrasi dan krisis kepercayaan publik terhadap institusi negara.
“Suara mahasiswa menjadi pengingat bahwa generasi muda masih memegang teguh idealisme dan semangat kebangsaan,” pungkasnya. (Muhammad Anugrah Sadat)














