KabarMakassar.com — Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar, A. Anshar, menegaskan bahwa pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) tetap digelar pada 3 Desember 2025, tanpa perubahan jadwal.
Ia memastikan seluruh tahapan telah berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah kota.
“Tidak ada penundaan, sebab seluruh tahapan telah berjalan sebagaimana mestinya,” kata Anshar, Kamis (27/11).
Ia menjelaskan bahwa proses demokrasi tingkat lingkungan tersebut kini telah memasuki fase akhir setelah melalui tahapan pendaftaran, penetapan calon, hingga pengundian nomor urut.
Pemilihan RT/RW yang untuk pertama kalinya digelar secara serentak oleh Pemerintah Kota Makassar ini akan menghadirkan kompetisi sehat antara 9.191 calon Ketua RT dan 2.169 calon Ketua RW. Total 11.360 calon tersebut akan memperebutkan 6.027 kursi RT dan 1.005 kursi RW di 15 kecamatan.
“Semua proses sudah sesuai mekanisme. Karena itu, pemilihan tetap dilaksanakan pada tanggal 3 Desember tanpa ada penundaan,” tegasnya lagi.
Anshar menambahkan bahwa pelaksanaan pemilihan RT/RW tahun ini bukan sekadar kegiatan rutin lima tahunan, tetapi bagian penting dari implementasi visi-misi Pemerintah Kota Makassar dalam RPJMD.
Pemilihan langsung oleh warga dinilai sebagai ruang demokrasi yang harus dijaga karena menjadi fondasi pembentukan kepemimpinan di tingkat lingkungan.
“Ini selaras dengan arah kebijakan dan semangat Pemerintah Kota Makassar untuk menghadirkan tata kelola yang lebih responsif kepada masyarakat,” ujarnya.
Di lapangan, tahapan teknis berjalan secara paralel. Daftar Pemilih Tetap (DPT) berdasarkan Kartu Keluarga rampung pada 27 November 2025, bersamaan dengan dimulainya masa kampanye terbatas yang berlangsung pada 27–29 November 2025. Para calon kini bergerak aktif menyapa warga, memperkenalkan gagasan, dan membangun kepercayaan sebagai modal dukungan.
Dari 15 kecamatan, antusiasme masyarakat tampak mengemuka. Ribuan calon yang mendaftar mencerminkan tingginya semangat warga untuk terlibat dalam menentukan pemimpin lingkungan masing-masing. Demokrasi akar rumput ini dinilai menjadi arena penting bagi pembentukan komunitas yang lebih kuat dan partisipatif.
Puncak pesta demokrasi tersebut akan terjadi pada 3 Desember 2025, ketika lorong-lorong Kota Makassar menjadi saksi proses pemilihan langsung yang lahir dari kebutuhan warga, percakapan antartetangga, hingga tekad bersama membangun lingkungan yang lebih baik.
Demokrasi Makassar kembali tumbuh dari ruang-ruang kecil itu dari halaman rumah, saling sapa warga, dan harapan untuk melangkah maju bersama.













