kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Pemilihan RT/RW Makassar Dipuji Pengamat, Tapi Diingatkan Soal Anggaran dan Sosialisasi

Pemilihan RT/RW Makassar Dipuji Pengamat, Tapi Diingatkan Soal Anggaran dan Sosialisasi
Pengamat politik Unhas, Dr. Adi Suryadi Culla (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Pelaksanaan Pemilihan RT/RW Serentak di Kota Makassar mendapat apresiasi dari akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas).

Pengamat politik Unhas, Dr. Adi Suryadi Culla, menilai langkah Pemerintah Kota Makassar menggelar pemilihan serentak sebagai bentuk keteladanan demokrasi langsung di tingkat paling bawah. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kesiapan anggaran dan sosialisasi yang masif menjadi dua kunci penting agar pelaksanaannya berjalan lancar.

“Pemkot Makassar telah mengambil langkah baik dengan menggelar pemilihan RT/RW secara serentak. Ini memberikan nilai demokrasi langsung bagi masyarakat dalam menentukan pemimpin di tingkat bawah,” ujar Adi.

Menurutnya, pemilihan RT/RW bukan hanya ritual administratif, melainkan bagian dari pendidikan politik praktis yang memberikan ruang bagi warga untuk memilih pemimpin lingkungan secara sadar. Namun, ia menekankan bahwa pelaksanaan demokrasi di tingkat akar rumput membutuhkan persiapan yang matang.

Ia menyoroti pentingnya alokasi anggaran yang terdistribusi merata hingga ke tingkat RT/RW serta didukung sistem pengawasan yang jelas. Kesiapan teknis di lapangan dinilainya sangat menentukan kelancaran pemungutan suara.

“Yang pasti, sosialisasi harus dilakukan secara masif. Harapan kita, masyarakat siap memahami dan menjalankan aturan,” tambahnya.

Adi kemudian menyinggung pengalaman Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menggelar pemilihan RT/RW, yang menurutnya berhasil karena sejak awal menyusun alokasi anggaran secara kuat dan langsung mendistribusikannya ke seluruh RT/RW untuk membentuk panitia pemilihan. Ia mengatakan keberhasilan tersebut juga didukung sosialisasi panjang yang dilakukan di tingkat kelurahan dengan melibatkan ketua RT/RW dan tokoh masyarakat.

Dengan kesiapan yang matang, katanya, pelaksanaan pemilihan dapat berlangsung lancar dan tertib. “Setiap pesta demokrasi pasti membutuhkan ongkos, selain kesiapan, masyarakat yang terlibat. Tantangannya tidak sesederhana itu,” ujarnya.

Sebagai akademisi, ia juga berbagi pengalamannya saat menempuh pendidikan di Pascasarjana Universitas Indonesia. Ketika itu, ia mengamati langsung pemilihan RT/RW pertama yang digelar di Jakarta. Tidak hanya mengamati, ia pernah terlibat sebagai panitia pemilihan, bahkan kemudian didorong warga untuk maju sebagai calon hingga akhirnya terpilih sebagai Ketua RT pada periode berikutnya.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi Kota Makassar. “Sehingga pelaksanaan pemilihan RT/RW Serentak pada 3 Desember 2025 dapat berjalan lancar, tertib, dan sukses, sebagaimana pengalaman positif yang pernah saya saksikan saat awal penerapannya di Jakarta,” ucapnya.

Selain soal teknis, Adi menegaskan pentingnya menjaga suasana kondusif di tengah perbedaan pilihan warga. Ia mengingatkan bahwa perbedaan adalah hal wajar dalam demokrasi, namun kerukunan warga harus tetap dijaga setelah pemungutan suara selesai.

“Pemilihan RT/RW ini hanya sementara. Jangan sampai perbedaan pilihan memecah hubungan antarwarga. Maka tetap menjaga situasi tetap aman di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

error: Content is protected !!