KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan resmi mengusulkan tiga nama calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Makassar ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Usulan ini menyusul pengunduran diri Adi Rasyid Ali (ARA) setelah 15 tahun menjabat, untuk fokus menjalankan tugas sebagai Plt Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya.
Menariknya, dari tiga nama yang diajukan, dua di antaranya merupakan kader perempuan, yakni Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham dan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sulsel periode 2024–2029, Fatma Wahyuddin. Satu nama lainnya adalah Ketua Bappilu DPD Demokrat Sulsel sekaligus mantan legislator DPRD Sulsel, Andi Januar Jaury Dharwis.
“Tiga nama tersebut adalah Aliyah Mustika Ilham, Andi Januar Jaury, dan Fatma Wahyuddin,” ujar Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni’matullah Erbe, saat dikonfirmasi, Selasa, (13/05).
Ia menambahkan, pihaknya telah menyampaikan usulan tersebut ke DPP Demokrat dan kini menunggu keputusan final.
“Kami dari DPD sudah mengirim nama-namanya, selanjutnya keputusan ada di tangan DPP,” jelasnya.
Pengganti ARA diperkirakan akan menghadapi tantangan besar untuk menjaga konsolidasi partai menjelang Pilkada 2024, sekaligus meneruskan pengaruh dan stabilitas yang telah dibangun selama lebih dari satu dekade kepemimpinan ARA.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, terlihat menghadiri agenda bersama jajaran DPP Demokrat yang dibagikan lewat unggahan status WhatsApp miliknya.
Kehadiran Aliyah dalam acara tersebut langsung memicu spekulasi bahwa ia tengah “curi start” untuk mengamankan posisi Ketua DPC Demokrat Makassar.
Namun saat dikonfirmasi, Aliyah meredam isu tersebut. Ia menyebut kehadirannya di Jakarta hanya untuk menghadiri ulang tahun Sekjen DPP Demokrat Herman Khaeron.
“Ultahnya sekjen,” ujar Aliyah singkat, Kamis (08/05).
Meski begitu, Aliyah tidak menampik kemungkinan dirinya maju sebagai Ketua DPC. Bahkan ia menyatakan kesiapan penuh bila diberi kepercayaan oleh partai.
“Tergantung perintah partai, sebagai kader harus taat dan patuh,” tegasnya.
Aliyah, yang juga mantan Anggota DPR RI, memiliki posisi tawar tinggi. Selain menjabat sebagai orang nomor dua di Pemkot Makassar, ia juga dikenal memiliki hubungan harmonis dengan para kader Demokrat di tingkat kota.
“Baik-baik saja,” ujarnya singkat.














