kabarbursa.com
kabarbursa.com

Angin Kencang Terjang Makassar, 19 Rumah dan 2 Mobil Terdampak

Angin Kencang Terjang Makassar, 19 Rumah dan 2 Mobil Terdampak
Suasana Rumah Terdampak Angin Kencang, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Angin kencang disertai cuaca ekstrem menerjang Kota Makassar, dan menyebabkan puluhan objek terdampak di sejumlah wilayah, pada Minggu (01/02).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sedikitnya 19 rumah warga dan dua unit mobil mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut.

Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, mengatakan angin kencang memicu berbagai kejadian bencana, mulai dari pohon tumbang hingga kerusakan bangunan rumah dan fasilitas umum.

“Hari ini kami mencatat 14 kejadian bencana akibat cuaca ekstrem yang tersebar di 15 kecamatan di Kota Makassar,” Fadli merincikan.

Berdasarkan data BPBD, kerusakan rumah warga terjadi di sejumlah titik, di antaranya kawasan Katimbang, Tamalate, Manggala, Ujung Tanah, dan Jongaya.

Selain itu, satu fasilitas pendidikan juga dilaporkan terdampak, sementara dua mobil rusak akibat tertimpa pohon tumbang di Jalan Ir. Sutami, Kecamatan Tamalanrea.
Muhammad Fadli menjelaskan, total terdapat 16 titik lokasi kejadian yang langsung ditangani tim di lapangan.

“Begitu menerima laporan, Tim Reaksi Cepat BPBD bersama dinas terkait langsung bergerak melakukan respons kedaruratan di seluruh lokasi terdampak,” katanya.
Ia menambahkan, BPBD Kota Makassar segera melakukan asesmen untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak warga.

“Hasil asesmen menjadi dasar penyaluran bantuan kedaruratan serta bahan rekonstruksi dan rehabilitasi kepada masyarakat terdampak,” jelas Fadli.

Menurutnya, distribusi bantuan dilakukan secara proporsional dan tepat sasaran. “Kami pastikan setiap lokasi mendapatkan penanganan yang adil sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

BPBD Kota Makassar juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

“Kami mengimbau warga segera melaporkan kejadian darurat agar dapat ditangani dengan cepat dan mengurangi risiko yang lebih besar,” pungkas Muhammad Fadli.