KabarMakassar.com — Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tmenerapkan Work From Home (WFH) bagi ASN selama dua hari, Senin-Selasa, 14-15 September 2026 untuk mengurangi antrean yang mengular.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi mobilisasi ASN sehingga penumpukan kendaraan di SPBU dapat diminimalisir dalam beberapa hari kedepan.
“Ini salah satu cara kita dari pihak pemerintah kota dengan kebijakan yang bisa kita ambil untuk memastikan penumpukan yang ada di SPBU dalam rangka pengisian bahan bakar bisa kita minimalisir,” kata Appi, Minggu (13/09).
Menurut Appi, WFH tidak otomatis diberlakukan dalam waktu panjang. Kebijakan itu akan dievaluasi melihat perkembangan kondisi antrean dan ketersediaan BBM.
“Ini kan tidak serta-merta harus langsung seminggu. Kita akan melihat, kalau insyaallah hari Selasa, hari Rabu sudah kondisinya lebih baik, ya sudah langsung kita masuk kembali,” ujarnya.
Dalam surat edaran Pemkot Makassar, ASN diwajibkan bekerja dari rumah pada 14 dan 15 September 2026. ASN tetap harus menjalankan tugas dan target kinerja serta berkoordinasi secara daring.
Appi menegaskan kebijakan WFH ASN tidak berarti pelayanan publik ikut dihentikan.
“Kalau itu enggak ada liburnya. Layanan publik di Kota Makassar ini tidak ada liburnya,” tegasnya.
Unit pelayanan langsung seperti rumah sakit, puskesmas, kecamatan dan kelurahan tetap beroperasi dengan pengaturan personel masing-masing perangkat daerah.
Appi menyebut kebijakan pengurangan mobilitas ASN diharapkan ikut membantu mempercepat normalisasi antrean BBM di Makassar.
“Tentu kita sangat berharap bahwa ini dapat mengurangi antrean yang ada disetiap SPBU yang ada di kota Makassar, kita berharap bahwa semua kembali normal dan masyarakat tidak repot lagi mengantri terlalu lama, kasihan mereka harus ada yang pergi kerja dan ada yang antar anak sekolah, semoga ini bisa mengurangi,” tukasnya.













