KabarMakassar.com — IHSG pada perdagangan pekan ini, Senin (29/07) diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. IHSG diperkirakan akan bergerak di antara level support 7.227 dan resistance 7.350.
Sentimen positif dari rilis data PCE inti AS yang naik melebihi ekspektasi pasar semakin memperkuat keyakinan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada September 2024 mendatang.
Pada penutupan perdagangan pekan kemarin, Jumat (26/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 0,66% dan mencapai level 7.288,17. Meski demikian, secara keseluruhan IHSG mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,09% dalam sepekan terakhir.
Selama minggu tersebut, pergerakan IHSG menunjukkan kecenderungan melemah. Hal ini terjadi di tengah penantian pelaporan kinerja semester I 2024 dari beberapa perusahaan besar. Selain itu, nilai transaksi harian juga mengalami penurunan, dengan rata-rata mencapai Rp 8,54 triliun, dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang mencapai Rp 9,64 triliun.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih memiliki potensi untuk melanjutkan penguatannya ke kisaran 7.300-7.330 pada awal pekan ini.
Di sisi domestik, pasar masih menantikan rilis dua data penting, yaitu foreign direct investment (FDI) dan kinerja keuangan emiten untuk kuartal II 2024. Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga dijadwalkan akan merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2024 pada 5 Agustus 2024.
Berdasarkan kondisi indeks keyakinan konsumen yang masih stabil di kisaran 120 hingga Juni 2024 serta perbaikan kinerja ekspor pada Mei dan Juni 2024, banyak pihak yakin bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2024 masih dapat dipertahankan di atas 5%.
Beberapa saham yang layak diperhatikan pada pembukaan perdagangan awal pekan ini antara lain ADMR, AKRA, INCO, BRIS, SIDO, dan NCKL.
Selain itu, terdapat rekomendasi untuk speculative buy pada saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dengan level support di Rp 2.420 dan resistance di Rp 2.840. Saham PT Astra International Tbk (ASII) juga direkomendasikan untuk trading buy dengan level support di Rp 4.470 dan resistance di Rp 4.840. Begitu juga dengan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang direkomendasikan untuk trading buy dengan level support di Rp 1.490 dan resistance di Rp 1.650.
Pada perdagangan Jumat (26/07) kemarin, IHSG diprediksi berpotensi bergerak di zona merah. Hal ini dipicu oleh rilis data pertumbuhan ekonomi AS kuartal II 2024 yang lebih tinggi dari perkiraan, yang meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan Federal Fund Rate di tahun ini. Selain itu, pasar juga menunggu rilis data inflasi PCE (Personal Consumption Expenditure) pada Jumat.
Sementara, pada perdagangan Kamis (25/07) IHSG turun sebesar 22,48 poin atau 0,31%, menutup perdagangan di level 7.240. Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan tren pelemahan menuju area support pada trendline garis putih di level 7.200.
Sebelumnya, IHSG telah break support kuat pada time frame daily di level 7.270 yang kini menjadi level resistance. Support berikutnya berada di level 7.150 dengan support terkuat di level 7.110. Resistance kuat berikutnya yang menarik untuk dicermati adalah level 7.300.
Sentimen pada perdagangan hari ini terutama dipengaruhi oleh kondisi global, khususnya pertumbuhan ekonomi AS yang lebih tinggi dari perkiraan pada kuartal II 2024. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan tetap kuat meskipun menghadapi kenaikan biaya pinjaman di tengah tren suku bunga tinggi.
Menurut laporan Bloomberg News, Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh sebesar 2,8% pada tingkat tahunan setelah meningkat 1,4% pada periode sebelumnya, berdasarkan perkiraan awal pemerintah. Peningkatan ini didorong oleh pengeluaran pribadi yang naik sebesar 2,3%, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.













