KabarMakassar.com — Nilai tukar rupiah dibuka melemah atas dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (23/6).
Terjadinya penguatan tersebut dalam posisi indeks dolar AS yang terus melaju naik.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan di zona merah dengan depresiasi ke posisi Rp17.850 per dolar AS atau mengalami pelemahan sebesar 0,14 persen.
Adanya pelemahan usai perdagangan 22 Juni 2026 kemarin, rupiah ditutup melemah sebesar 0,28 persen ke level Rp17.825 per dolar AS.
Diproyeksikan, pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen eksternal seperti dinamika dolar AS di pasar global.
Penguatan dolar AS bergerak seiring dengan masih tingginya kekhawatiran pasar atas potensi suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama di AS.
Hal tersebut terjadi usai The Fed masih mempertahankan suku bunga acuan di posisi 3,50 persen hingga 3,75 persen.
Penguatan dolar AS juga turut tertahan imbas perkembangan positif dalam negosiasi AS dan Iran.
Dari sisi internal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan penerbitan Panda Bond bakal membuat adajya penguatan terhadap rupiah.
Ia menyampaikan, penguatan tersebut disebabkan skema penerbitannya akan memakai Local Currency Transaction dimana skema itu tidak membutuhkan konversi ke dolar AS.
Panda Bond, sebut Purbaya, menjadi strategis disebabkan menjadi bagian dari usaha diversifikasi surat utang pemerintah.
Tujuannya sendiri guna memperkuat stabilitas kurs rupiah serta mengurangi ketergantungan atas dolar AS.













