kabarbursa.com
kabarbursa.com

IHSG Dibuka Melemah Jelang Pengumuman MSCI, Investor Cenderung Menahan Diri

IHSG Dibuka Melemah Jelang Pengumuman MSCI, Investor Cenderung Menahan Diri
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (23/6).

Terpantau, indeks kehilangan sebanyak 18,07 poin atau setara dengan penurunan 0,3 persen ke posisi 6.098.

Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan mencapai 2,87 miliar saham dengan nilai transaksi tembus Rp1,86 triliun.

Sementara itu, frekuensi yang terjadi ada sebanyak 259.091 kali, dimana saham yang menguat ada 236, saham yang melemah ada 300 dan saham yang berada dalam posisi stagnan ada 171.

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, investor tengah wait and see jelang pengumuman MSCI Annual Market Classification Review.

Pasar turut menanggapi sejumlah ketidakpastian atas implementasi UU P2SK, yang meliputi wacana demutualisasi BEI yang memiliki potensi mengubah struktur kepemilikan serta tara kelola bursa.

Pasar tengah mencermati dan menyoroti hasil MSCI Annual Market Classification Review. Bukan hanya itu, diperhatikan pula rilis M2 Money Supply Indonesia juga perkembangan review peringkat kredit Indonesia oleh S&P Global.

Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Selasa (23/6), yaitu:

MNC Sekuritas

-BBCA, ISAT, NCKL dan RAJA

CGS International Sekuritas

-AADI, ADRO, LSIP, SIMP, HMSP dan HRUM

BRI Danareksa Sekuritas

-OASA, MDKA dan INDY

BNI Sekuritas

-TINS, ADRO, OASA, GPSO, AMRT dan BULL

Phintraco Sekuritas

-ITMG, NCKL, AKRA, JSMR dan ADRO

Panin Sekuritas

-INDY, AADI dan MEDC

Mirae Asset Sekuritas

-ANTM, NCKL dan PTBA

Phillip Sekuritas

-CYBR dan WINS

Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

error: Content is protected !!