kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Kabid Damkar Jeneponto Akui Armada Dari Pemerintah Sudah Usang

KabarSelatan.id — Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Lahasan mengeluhkan kurangnya fasilitas armada kendaraan damkar yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Hal itu diakuinya, saat pihaknya dinilai lamban hingga merasa kesulitan padamkan kobaran api yang menimpa tiga rumah warga di Kampung Sidenre, Kelurahan Sidenre, Kecamatan Binamu

"Bukan saat ini saja ada kendala kalau di pemadam. kita saat ini kekurangan armada Damkar," katanya kepada kabarselatan.id. Jumat (20/1) kemarin.

Menurut Lahasan, Damkar saat ini hanya memiliki delapan unit armada itu pun yang beroperasi hanyalah sebagian.

"Jumlah armada untuk sementara ada 8 unit tapi yang berfungsi hanya 4. Itu pun kadang hanya 3 unit yang mampu beroperasi namun malam ini kita berhasil jalankan 4 unit," jelasnya.

Selebihnya, sudah tak bisa beroperasi lagi sebab, fasilitas kendaraan tersebut sudah terlalu usang sehingga Kendaraan tersebut kini terparkir dihalaman kantor Damkar.

"Itu tidak kita gunakan karena memang sudah rusak dan sudah lama juga dan memang kita hanya memiliki dua unit saja mobil baru karena yang lainnya memang sudah tidak layak pakai," beber Lahasan.

"Kalau yang 4 itu memang tidak layak lagi dan sangat -sangat…tidak layak lagi," tegasnya.

Lahasan mengatakan keluhan ini sebelumnya sudah disampaikan kepada Pemerintah tetapi Pemerintah belum dapat memenuhi ekspektasi tersebut.

"Alhamdulillah, kalau masalah itu jangki lagi bilang Pemerintah, DPRD juga. Untuk sementara mudah-mudahan kedepannya pihak pemerintah bisa melihat bagaimana itu pemadam, bagaimana supaya bisa di tingkatkan," pintanya.

Bahkan, hal ini sudah disampaikan beberapa kali. Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar fasilitas yang diminta segera dikabulkan.

"Biar berapa-berapa saja kalau memang Pemerintah mau tapi saya sudah mengatakan kepada DPR, saya sampaikan ke Pemerintah bahwasanya barangkali bagus ya," pinta Lahasan.

Ia menyebut bahwa permintaan ini bukan semata wayang dengan kepentingan pribadi. Hanya saja, ini adalah visi-misinya selama menjabat sebagai Kabid Damkar.

"Itu visi-misi saya dari awal masuk ke pemadam Kebakaran. Saya usulkan ke pihak Pemerintah bahwasanya kalau bisa, setiap kecamatan ada armada disitu, paling tidak dua kecamatan 1 armada yang standby. Nanti anggota saya yang kirim keluar untuk menjalankan supaya kita ini tidak bertele-tele karena masyarakat sekarang pintar, kenapa terlambat," cetusnya.

Disisi lain, pihaknya juga kerap kali menerima penelfon gelap dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Banyak yang biasa menelfon ke kantor dengan memberikan Informasi yang tidak benar. Tapi Alhamdulillah selama saya dipemadam ini, sudah tidak ada lagi penelfon gelap, saya harus tanya baik-baik, siapa, dimana, siapa namamu lalu saya suruh anggota.

Oleh karena itu, apabila ada musibah kebakaran yang terjadi maka pihaknya meminta kepada masyarakat agar memahami kondisi yang dialami saat ini.

"Dan saya minta kepada seluruh masyarakat Jeneponto mohon dengan sangat janganki salahkan pemadam, janganki salahkan anggotaku kalau ada yang terlambat karena tidak menutup kemungkinan. Saya jujur mengatakan bahwasanya janganki samakan karena anggota saya ini kita harus tahu apa tugasnya. Karena anggota saya itu adalah nyawa yang di pertaruhkan," tukas Lahasan.

 

error: Content is protected !!