kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Dua Periode Harga Mati, Fadjroel Rachman: Jokowi Tegak Lurus Reformasi

KABARBUGIS.ID – Mantan juru bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman menyerukan soal dua periode harga mati. Hal itu disampaikan di tengah riuh perbincangan isu presiden tiga periode.

"Perjuangan pembatasan masa jabatan presiden dua periode sudah saya mulai sejak menjadi pemimpin mahasiswa di ITB dan UI," ungkap Fadjroel Rachman melalui rilis resmi yang diterima KabarBugis.id, Kamis (7/4).

Fadjroel menceritakan dari kedua kampus itulah ia menjadi eksponen reformasi sekaligus korban dari rezim totaliter anti demokrasi Orde Baru.

"Saya dibuang ke Nusakambangan kemudian dijebloskan ke penjara Sukamiskin dimana Bung Karno dipenjarakan Belanda karena melawan rezim kolonial," katanya.

Dirinya berkawan dengan Presiden Jokowi sejak menjabat sebagai Walikota Solo. Di tahun 2012 Fadjroel salah satu yang ikut mengajak Jokowi ikut berpartisipasi dalam pemilihan Gubernur DKI.

"Karena saya melihat beliau sebagai sosok yang bersih dan memiliki visi besar untuk menuntaskan agenda reformasi," bebernya.

"Kemudian saya menjadi tim sukses Jokowi pada pilpres tahun 2014 dan 2019 serta bersedia menjadi Juru Bicara Presiden pada tahun 2019 sampai 2021. Dari pengalaman bekerja sama tersebut, saya merasa sehati dan sejiwa dengan Presiden Jokowi untuk menuntaskan seluruh agenda reformasi 1998," sambungnya. 

Mantan aktivis 98 ini mengaku sebelum berangkat ke Kazakhstan untuk menjalankan tugas sebagai duta besar.  Presiden Jokowi memanggilnya ke Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi tetap patuh pada konstitusi. 

"Bahwa beliau setia pada agenda reformasi, seperti pembatasan masa jabatan presiden dua periode, pemilihan presiden secara langsung, dan kepala daerah dipilih secara langsung. Oleh karena itu, saya yakin Presiden Jokowi tegak lurus reformasi," jelasnya.

Sebelumnya ia mengapresiasi keputusan tegas Presiden Jokowi di rapat kabinet kemarin. Presiden meminta dengan tegas kepada seluruh menterinya agar berhenti menyuarakan urusan penundaan dan perpanjangan pemilu.

"Keputusan Jokowi tersebut senafas dengan pandangan saya bahwa dua periode harga mati," pungkas Fadjroel Rachman.

error: Content is protected !!