KabarMakassar.com — Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) dalam momentum September Berdarah (Sedarah) melakukan aksi demonstrasi di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Jumat (29/09).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pengecaman penggusuran Masyarakat Rempang yang terjadi di Kota Batam.
Kordinator Mimbar Aksi, Syahrul Ramdhan dalam orasinya menuntut pemerintah agar memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan tidak bermain-main dalam menjalankan pemerintahan di Negara Kesatuan Republik Indonesi.
“Rezim kali ini gagal total, karena banyak hal yang kemudian pemerintah sepelehkan, mulai dari perampasan hak masyarakat Rempang, pendidikan gratis dan belum lagi harga BBM kemudian akan dinaikkan,” ungkapnya.
Sementara itu Jendral Lapangan Aksi, Nur Wahid dalam orasinya mengatakan mengecam tindakan represif yang dilakukan pemerintah atas penggusuran paksa masyarakat Rempang.
“Sebanyak 10.000 jt jiwa yang ada di Pulau Rempang yang terdampak penggusuran atau relokasi paksa oleh pemerintah Kota Batam adalah sebuah bentuk kedzoliman nyata yang dipertontonkan oleh rezim saat ini,” pungkasnya.
Menurutnya, langkah ini merupakan satu langkah otoriter pemerintah dikarenakan masyarakat di Pulau Rempang menolak untuk digusur dan apabila pemerintah tidak menghentikan penggusuran tersebut KPPM akan menggelar aksi jilid II dengan massa yang lebih banyak.
“Adapun tuntutan KPPM pada aksi demonstrasi yakni menolak Rempang tergusur, wujudkan pendidikan gratis dan tolak kenaikan harga BBM,” jelasnya.














